Kemnaker Alokasikan Rp6,26 T untuk Magang dan Vokasi 2026
Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan anggaran Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi nasional tahun 2026. Dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperluas penyerapan lapangan kerja secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Rincian anggaran dan target magang
Sebesar Rp4,14 triliun dialokasikan khusus untuk program magang. Pemerintah menargetkan 150.000 peserta mengikuti magang dengan durasi enam bulan, mulai tahun anggaran 2026.
Setiap peserta akan menjalani pelatihan praktis sesuai bidang keahlian. Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis dan kesiapan kerja peserta.
Perlindungan peserta dan sertifikasi
Skema magang mencakup dukungan finansial dan proteksi sosial. Peserta menerima uang saku, perlindungan Jamsostek, serta kesempatan memperoleh sertifikat kompetensi.
"Setiap peserta akan mendapatkan perlindungan Jamsostek. Kemudian juga kesempatan mengikuti uji kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing," kata Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Jumat, 26 Juni 2026.
Perluasan penempatan ke sektor swasta
Distribusi penempatan magang akan diperluas agar tidak terkonsentrasi pada wilayah dan sektor tertentu. Porsi magang di kementerian dan lembaga pemerintah akan dikurangi dan dialihkan ke perusahaan swasta.
"Proporsi magang di kementerian dan lembaga akan kami kurangi. Kemudian diarahkan lebih banyak ke perusahaan swasta," ujar Anwar.
Pergeseran ke swasta diharapkan mempercepat konversi peserta magang menjadi tenaga kerja tetap. Evaluasi program sebelumnya menunjukkan sekitar 30 persen peserta berhasil memperoleh pekerjaan setelah mengikuti magang.
Program vokasi: sasaran dan intervensi
Selain magang, anggaran vokasi menyasar dua kelompok prioritas dengan intervensi yang berbeda. Pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan industri agar peserta cepat terserap pasar kerja.
- 220.000 lulusan SMK yang membutuhkan peningkatan kompetensi;
- 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja yang perlu retraining.
Dampak jangka pendek dan prospek
Program magang dan vokasi menjadi instrumen ganda untuk menekan pengangguran. Pemerintah mempersiapkan lulusan baru sekaligus membekali ulang pekerja yang kehilangan pekerjaan.
Anwar menegaskan investasi pada kompetensi manusia merupakan kunci bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Tenaga kerja terampil dan bersertifikat diharapkan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenhub Beri Stimulus Transportasi untuk Dongkrak Mobilitas dan Ekonomi
Kemenhub berikan stimulus transportasi untuk libur sekolah 2026: diskon tiket, pembebasan PPN, dan proyek ko...
Prabowo Ingatkan: Jangan Bikin Gaduh Setiap Kalah Pemilu
Prabowo mengimbau agar tidak membuat keributan setiap kali kalah pemilu dan menekankan kedaulatan rakyat ter...
Kepulauan Seribu Pastikan Setiap Pulau Berpenghuni Punya Sekolah
Pemkab Kepulauan Seribu jamin setiap pulau berpenghuni punya sekolah, kapal gratis, asrama, dan beasiswa unt...
Ruang Seni Siswa di Pulau Tidung: Asah Bakat Anak Kepulauan Seribu
Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu menggelar Ruang Seni Siswa di Pulau Tidung (25 Juni 2026) untuk mengembang...
Sekolah Garuda Dinilai Penting untuk Generasi Emas Indonesia
Pengamat Doni Kusuma menyebut Sekolah Garuda penting untuk anak cerdas istimewa, namun perlu perencanaan aga...
Mentrans Bangun Ruang Produksi Pangan di Kawasan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara akan membangun ruang produksi pangan baru di kawasan trans...