KemenEKRAF Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,73 T untuk 2027
Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,73 triliun untuk tahun 2027. Usulan ini disampaikan dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada Senin, 15 Juni 2026, karena masih terdapat kesenjangan antara pagu indikatif dan kebutuhan riil program yang harus dijalankan untuk mendukung target RPJMN.
Alasan usulan dan pernyataan menteri
Menurut Kemenekraf, penambahan anggaran dinilai penting agar program berjalan optimal dan mampu memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pembangunan nasional. Fokusnya mencakup penguatan ekonomi kerakyatan dan desa, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta proses hilirisasi dan industrialisasi.
"Pagu indikatif tahun 2027 masih memerlukan penguatan anggaran agar pelaksanaan program dan kegiatan Kemenekraf dapat dilakukan secara optimal. Khususnya melalui penguatan ekonomi kerayatan dan desa, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, hilirisasi dan industrialisasi," ujar Teuku Riefky Harsya.
Rincian alokasi anggaran
Dari total usulan tambahan, sekitar Rp983,85 miliar dialokasikan untuk program pengembangan ekonomi kreatif. Rincian besar program meliputi:
- Aktivasi desa dan kelurahan kreatif: Rp333,9 miliar
- Pengembangan creative hub: Rp327,6 miliar
- "Creative by Indonesia" untuk penetrasi pasar nasional dan global: Rp220,5 miliar
- Bantuan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif: Rp33,6 miliar
- Penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif (daerah hingga internasional): Rp68,25 miliar
Selain program pengembangan, sebagian anggaran diarahkan untuk pemulihan pascabencana. Pemerintah mengusulkan Rp88,44 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumut, dan Sumbar guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Tujuan dan dampak yang diharapkan
Kemenekraf menyatakan alokasi ini bertujuan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional hingga target yang diharapkan pemerintah. Penguatan pada tingkat desa dan kreator lokal diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan melalui rantai nilai yang lebih kuat.
Dengan penekanan pada hilirisasi dan industrialisasi produk kreatif, kementerian ingin memperbesar kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku kreatif Indonesia.
Langkah selanjutnya
Usulan anggaran telah disampaikan dalam forum resmi bersama DPR. Keputusan akhir akan bergantung pada proses pembahasan anggaran berikutnya di lembaga terkait.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF Tak Gunakan APBN
Kemenkeu memastikan modal awal DDMF tidak menggunakan APBN; instrumen ini akan biayai proyek strategis lewat...
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...