BGN Tegaskan ‘Zero Tolerance’ pada Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan disampaikan Kepala BGN Sudaryono seusai Rapat Pimpinan BGN pada Senin, 10 Agustus 2026, untuk menjamin makanan yang disalurkan aman dan bergizi bagi penerima manfaat.
Keamanan pangan jadi prioritas utama
Sudaryono menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan makanan. Ia memandang keamanan pangan sebagai aspek tidak tawar dalam setiap proses pelayanan MBG.
“MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi. Keamanan makanan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini,”
Pengawasan dan langkah pencegahan
BGN meningkatkan pengawasan, monitoring, dan pelayanan untuk mencegah risiko keamanan pangan. Upaya ini melibatkan berbagai pihak terkait agar potensi keracunan dapat diminimalkan.
- Penyelenggara program diminta memperketat kontrol kualitas bahan dan proses masak.
- Sekolah dan guru diminta menjalankan protokol penyajian dan penyimpanan makanan.
- Peserta didik diimbau mengikuti aturan konsumsi yang berlaku di fasilitas pemberi layanan.
Aturan konsumsi: larangan membawa pulang
Salah satu kebijakan yang ditekankan BGN adalah larangan membawa pulang makanan MBG. BGN menilai kondisi dan kualitas makanan di luar pengawasan penyelenggara sulit dipastikan sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi keluarga.
“Insyaallah kami terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak. Semua dilakukan agar program ini berjalan dengan baik,”
Kolaborasi lintas pihak
Untuk menjamin implementasi zero tolerance, BGN mendorong kolaborasi antara penyelenggara program, instansi pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan pemangku kepentingan terkait. Keterlibatan aktif semua pihak dinilai penting untuk menjaga standar keamanan dan mutu gizi.
Dampak dan tujuan
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan aturan konsumsi yang jelas, BGN berharap MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga memberikan rasa aman bagi penerima manfaat. Penegakan prinsip zero tolerance dimaksudkan untuk mencegah kasus keracunan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program.
Ke depan, BGN akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini dan menyesuaikan langkah teknis sesuai kebutuhan untuk memastikan program MBG berjalan aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...
Pengangkatan Bangkai KM Virgo di Laut Jawa Digariskan Oktober 2026
PT Virgo Karya Shipping memastikan pengangkatan bangkai KM Virgo di Laut Jawa akan dilakukan pada Oktober 20...
BMKG Waspadai Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut 4 Meter
BMKG mengimbau waspada awan cumulonimbus dan gelombang laut hingga 4 meter pada 4 Oktober 2026; imbauan ditu...
BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir
BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada 4 Oktober 2026; awan cumulonimbus juga...