DPRD: Persoalan Lahan KDMP Jatimulyo Bisa Jadi Preseden
JEMBER — Komisi A DPRD Jember meminta penyelesaian legalitas lahan sebelum pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, dilanjutkan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum pada Kamis, 13 Agustus 2026. DPRD menilai masalah lahan di Jatimulyo berisiko menjadi preseden bagi desa lain dan mendorong keterlibatan lintas sektor serta masyarakat terdampak.
Masalah lahan dan tata kelola KDMP
Anggota Komisi A, Alfan Yusfi, menilai pembebanan penyiapan lahan kepada pemerintah desa tidak tepat. Ia menekankan program KDMP melibatkan kementerian pusat hingga pemerintahan desa, sehingga perencanaan dan penentuan lokasi harus lintas sektor dan partisipatif.
Kalau instrumennya seperti itu, maka dalam pelaksanaan, mulai perencanaan, penataan, dan lain sebagainya, semua unsur harus terlibat
Alfan juga mempertanyakan peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember dalam pembinaan serta koordinasi program. Ia mendorong agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember memfasilitasi pembahasan status lahan bersama DPMD, Polres, Kodim, pemerintah desa, dan DPRD.
Posisi pemerintah desa
Kepala Desa Jatimulyo, Bukhori, mengatakan pemerintah desa mengikuti program pusat dengan tugas menyiapkan lahan. Menurutnya lokasi awal berada di utara lapangan desa dan sebelumnya ditempati warga.
Dari sekitar sembilan keluarga terdampak, kini tersisa empat keluarga. Pemerintah desa berupaya membantu meski anggaran terbatas. Bukhori menyebut alternatif lokasi di sebelah barat kantor desa dan kembali mempertimbangkan lokasi di utara lapangan jika diperlukan.
Sekarang tinggal empat
Bukhori menilai pembangunan KDMP penting karena desa-desa di sekitar telah mendapatkan fasilitas serupa dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,6 miliar, dan tanpa pembangunan desa mereka tidak memiliki aset tersebut.
Tuntutan warga dan pendamping
Ketua Laskar Jahanam, Dwi Agus Budianto, yang mendampingi warga mempertanyakan dasar penetapan lokasi pembangunan. Ia menyebut awalnya sekitar 23 kepala keluarga atau 64 jiwa berpotensi terdampak, namun angka itu berkurang setelah pendampingan.
Musdes yang terakhir ini yang jadi acuan kami, titiknya di barat kantor desa
Dwi meminta klarifikasi pemetaan yang menyatakan lokasi tidak dapat digunakan, termasuk soal informasi penolakan dari Agrinas. Ia juga meminta transparansi apakah lahan masuk kawasan lahan sawah dilindungi (LSD) atau lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
Jangan sampai satu orang manusia kemudian dikorbankan dengan alasan untuk kepentingan ribuan warga. Konsepnya bukan begitu
Langkah selanjutnya
Komisi A mendorong dialog resmi melibatkan BPN, DPMD, aparat keamanan, pemerintah desa, dan DPRD untuk memastikan status lahan serta wewenang yang berlaku. Tujuannya untuk mencegah konflik sosial dan memastikan hak warga tidak terabaikan.
Kasus di Jatimulyo dipandang sebagai sampel yang perlu diselesaikan dengan prinsip keterbukaan dan partisipasi publik agar pelaksanaan program pemerintah tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan warga.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Anak 11 Tahun Merawat Ibu, Bupati Kediri Langsung Kunjungi
Marfel, 11 tahun di Kediri, merawat ibunya yang sakit. Bupati Hanindhito mengunjungi dan menjanjikan bantuan...
Sukadar Minta Dishub Surabaya Adopsi Aplikasi Parkir Terpusat
Sukadar minta Dishub Surabaya adopsi aplikasi setoran parkir terpusat ala Malang untuk tekan kebocoran dan t...
Pulung Agustanto Dorong Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan di Desa Kediri
Pulung Agustanto dorong penguatan edukasi gizi dan keamanan pangan di Desa Karangtengah, Kediri, untuk perce...
Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81 di Banyuwangi
Ribuan pelajar meriahkan Karnaval Kebangsaan HUT RI ke-81 di Banyuwangi, menampilkan kostum dan tradisi Nusa...
DPRD Trenggalek Minta Pengawasan Dapur SPPG Diperketat
Ketua DPRD Trenggalek minta pengawasan dapur SPPG diperketat setelah ratusan siswa alami gangguan pencernaan...
PDI Perjuangan Bondowoso Tampung 3 Diduga Korban Trafficking
Tiga perempuan asal Jawa Barat ditampung di kantor DPC PDI Perjuangan Bondowoso sementara kasus dugaan traff...