BKKBN Perkuat Pelayanan KB Serentak hingga Papua
BKKBN memperluas akses layanan keluarga berencana melalui program pelayanan KB serentak yang berlangsung di berbagai daerah, termasuk Provinsi Papua. Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau langsung layanan pada 1 Juli 2026 di Klinik Informasi dan Advokasi Sosial (KIAS) Kantor Perwakilan BKKBN Papua.
Pelaksanaan KB Serentak di Papua
Pelayanan KB di Papua merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 dan program nasional layanan KB serentak. Program nasional ini berjalan dari 8 Juni hingga 8 Juli 2026 untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah terpencil.
Tujuan dan Komitmen Pemerintah
Menurut Isyana, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas akses layanan kesehatan reproduksi dan memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar program dapat berjalan efektif.
"Ketika kita berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pembangunan keluarga menjadi bagian penting yang harus kita lakukan bersama. Oleh karena itu, berbagai program yang dijalankan membutuhkan kolaborasi banyak pihak,"
Data Layanan di Klinik KIAS Papua
Pada kunjungan tersebut, tim layanan mencatat sebanyak 14 akseptor menerima layanan kontrasepsi. Rinciannya adalah 13 akseptor memilih metode kontrasepsi implan dan satu akseptor menerima kontrasepsi suntik.
Program Nasional dan Dampak Lokal
Pelayanan KB serentak bertujuan memastikan ketersediaan layanan keluarga berencana merata hingga daerah terluar. Dengan pendekatan mobile dan sinergi instansi, pemerintah berharap cakupan layanan meningkat dan angka kebutuhan akan layanan reproduksi terpenuhi.
"Pembangunan keluarga memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan yang dibutuhkan. Terutama layanan yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dan kesehatan reproduksi,"
Langkah Ke Depan
BKKBN menyatakan akan terus memperkuat program prioritas untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan, pelatihan tenaga kesehatan, dan kolaborasi antar lembaga menjadi fokus agar layanan KB dapat berkelanjutan dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup keluarga.
Dengan langkah ini, diharapkan akses layanan KB di Papua dan daerah lain semakin merata, sekaligus mendukung target jangka panjang dalam pembangunan keluarga dan sumber daya manusia nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Legislator NasDem: Transformasi Perumnas Tak Cukup Andalkan PMN
Asep Wahyuwijaya minta transformasi Perumnas fokus pada kebijakan, tata kelola, dan budaya organisasi, bukan...
Kemenhut Percepat Rehabilitasi 12,3 Juta Ha Lahan Kritis
Kemenhut genjot rehabilitasi 12,3 juta ha lahan kritis, fokus pada DAS, hulu sungai, dan penanaman pohon unt...
Ojol Resmi Jadi UMKM: Akses Kredit, Bebas Pajak, Komisi 8%
Mulai 1 Juli 2026, pengemudi ojol roda dua resmi berstatus UMKM, dapat akses kredit, bebas pajak, dan komisi...
Ombudsman: Prioritaskan Pencegahan Kecelakaan di Perlintasan Kereta
Ombudsman minta pemerintah utamakan pencegahan kecelakaan di perlintasan kereta dan perjelas pembagian tugas...
Polri Libatkan Ribuan Warga di Hari Bhayangkara ke-80
Ribuan warga ikut memeriahkan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, menegaskan tema 'Polri untuk Masyara...
Bina Marga Perkuat Konektivitas Jalan Dukung Prioritas Nasional 2027
Bina Marga perkuat konektivitas jalan untuk dukung prioritas nasional 2027, memperlancar arus barang, jasa,...