KONI Pastikan PON XXII/2028 NTT-NTB Tak Bebani APBN
KONI memastikan pembiayaan PON XXII/2028 di NTT-NTB tidak membebani pemerintah pusat. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, dalam Rapat Koordinasi PON XXII/2028 pada Rabu, 1 Juli 2026. Provinsi tuan rumah sepakat menggunakan APBD sebagai sumber utama pendanaan untuk penyelenggaraan.
KONI: Pembiayaan Utamanya dari APBD
Marciano menegaskan bahwa sejak awal penentuan cabang olahraga telah ditekankan agar prioritas anggaran berada pada tingkat daerah. Ia menilai keputusan itu penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal pusat dan daerah.
"Dari awal penentuan cabang olahraga sudah ditekankan. Titik beratnya adalah dengan anggaran APBD,"
SK untuk Renovasi dan Percepatan Persiapan
Marciano juga mengapresiasi penyerahan surat keputusan penyelenggaraan kepada tiga gubernur, yaitu NTT, NTB, dan Jakarta, oleh Menteri Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, SK tersebut diperlukan pemda untuk memulai proses renovasi dan perencanaan teknis venue.
Pengawasan dan Sinkronisasi Pemerintah
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menekankan pentingnya pengawasan sejak tahap awal agar langkah persiapan berjalan transparan dan efisien. Ia menyebut rencana sinkronisasi antar-institusi sebagai kunci pengendalian.
"Kemenpora akan melakukan sinkronisasi KONI, BPKP, Kejaksaan dan K/L serta TNI/Polri,"
"Dengan pertemuan ini kita membuat tim koordinasi dengan melibatkan BPKP dan Kejaksaan,"
Prioritas Cabang Olahraga
Pada Rapat Koordinasi diputuskan bahwa PON XXII akan menyesuaikan cabang olahraga yang dipertandingkan. Prioritas diberikan pada cabang Olimpiade, cabang prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang unggulan tuan rumah, serta cabang yang menjadi hak istimewa tuan rumah.
Orientasi pada Atlet dan Kebermanfaatan Venue
Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Narendra Jatna, mengingatkan agar target tersusun secara terukur. Ia menekankan semua perencanaan harus berorientasi pada kebutuhan atlet dan manfaat jangka panjang fasilitas.
Rangkaian pembahasan menegaskan fokus pada efisiensi, tata kelola administrasi yang tertib, serta pemanfaatan fasilitas setelah PON. Persiapan PON XXII/2028 terus dimatangkan dengan mekanisme pengawasan yang melibatkan kementerian terkait, BPKP, dan kejaksaan untuk memastikan penyelenggaraan berjalan sukses dan berkelanjutan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Jonatan Christie Lolos 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Jonatan Christie melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai kalahkan Jia Heng Jason Teh 19-21, 21-19,...
Lyon Tahan Imbang Fenerbahçe 1-1, Fonseca Puas
Lyon menahan imbang Fenerbahçe 1-1 di leg pertama play-off Liga Champions; Fonseca tetap puas dan waspada je...
Playoff UCL: Fenerbahce Ditahan Lyon 1-1 di Istanbul
Fenerbahce ditahan Lyon 1-1 di leg pertama playoff kualifikasi UCL di Istanbul. Greenwood menyamakan cepat s...
155 Atlet dari 8 Negara Ikuti Indonesia Open Woodball 2026 di Bali
155 atlet dari delapan negara bersaing dalam 12 nomor Indonesia Open Woodball 2026 di Lapangan Cricket Udaya...
Rehan/Gloria Gugur di 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Rehan/Gloria tersingkir di 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalah 21-9, 18-21, 19-21 dari Ye/Nicole...
Persija Menang 2-1 di Bangkok, Rayhan Hannan Cetak Dua Gol
Persija menang 2-1 atas Police Tero di Bangkok (19 Agustus 2026); Rayhan Hannan cetak dua gol dan Shin Tae-y...