Hiburan

KOWANI Perkuat Nilai Keluarga Lewat Film 'Jangan Buang Ibu'

Bagikan:
Pemutaran film 'Jangan Buang Ibu' di Plaza Senayan XXI dan Ketua KOWANI menyampaikan sambutan

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar pemutaran film Jangan Buang Ibu pada Rabu, 1 Juli 2026, di Plaza Senayan XXI, Jakarta. Kegiatan ini bagian dari rangkaian menyongsong 100 Tahun KOWANI dan bertujuan memperkuat edukasi nilai kasih sayang dalam keluarga serta pelestarian sejarah perjuangan perempuan Indonesia.

Pemutaran film sebagai medium edukasi

KOWANI memilih film itu untuk mengangkat isu penghormatan kepada Ibu, ketulusan perempuan, dan peran ibu dalam membentuk karakter keluarga. Karakter seperti Eyang, Ibu, dan Bu Resti dijadikan contoh figur yang merepresentasikan pengorbanan dan kekuatan perempuan.

Melalui pemutaran, KOWANI berharap masyarakat lebih peka terhadap peran perempuan dalam rumah tangga dan kehidupan bermasyarakat. Pendekatan perfilman dinilai efektif untuk menyentuh emosi sekaligus menyampaikan pesan sosial.

Pelestarian arsip dan program UNESCO

Salah satu program prioritas adalah KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World. KOWANI menggalang upaya menghimpun, mendokumentasikan, dan melestarikan arsip serta dokumen sejarah yang merekam kiprah perempuan sejak masa perjuangan hingga kini.

KOWANI mengajak publik untuk menyerahkan koleksi berupa arsip, foto, surat, atau dokumen terkait perjalanan organisasi perempuan Indonesia untuk didokumentasikan.

“Kami ingin generasi sekarang dan generasi berikutnya mengetahui bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Sejarah perjuangan itu harus dijaga, didokumentasikan, dan diwariskan agar tidak hilang ditelan zaman,”

Gerakan kolaboratif: 1.000 solusi lintas sektor

Selain arsip, KOWANI meluncurkan gerakan kolaborasi luas yang mengajak berbagai pihak untuk menghadirkan solusi atas persoalan perempuan. Gerakan tersebut meliputi:

  • 1.000 Profesi
  • 1.000 Organisasi
  • 1.000 Komunitas
  • 1.000 Solusi

Tujuannya adalah membangun sinergi antar-profesi, organisasi perempuan, komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, dan insan kreatif untuk menangani isu seperti kekerasan terhadap perempuan, perdagangan orang, dan persoalan sosial lainnya.

Pelatihan bela diri untuk perlindungan diri

Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan, KOWANI memperkenalkan program pelatihan bela diri bagi perempuan. Program ini didukung oleh mantan atlet nasional dan pelatih karate, Sensei Puspa Meonk, yang bernaung di PB FORKI dan perguruan INKAI.

“Kami ingin setiap perempuan memiliki kemampuan dasar untuk melindungi dirinya sendiri, tidak harus memiliki latar belakang bela diri. Dengan teknik-teknik sederhana, perempuan dapat lebih percaya diri menghadapi situasi berpotensi membahayakan,”

Konteks Hari Bhayangkara dan persiapan abad kedua

Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan organisasi sebagai bagian dari persiapan memasuki abad kedua KOWANI.

“Semangat 100 Tahun KOWANI adalah semangat transformasi, kami ingin terus menjaga sejarah perjuangan perempuan Indonesia, memperkuat pemberdayaan perempuan, dan membangun generasi penerus yang berkarakter melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa,”

Dengan langkah terpadu—pemutaran film edukatif, pelestarian arsip, gerakan kolaboratif, dan pelatihan keterampilan—KOWANI menyiapkan fondasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa menuju abad kedua organisasi.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait