Menteri LH Tinjau Karhutla Kalsel, 72 Tersangka Ditangkap
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan pada Senin, 24 Agustus 2026. Kunjungan bertujuan memastikan pemadaman api efektif, perlindungan kesehatan masyarakat dari asap, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Peninjauan dan koordinasi penanganan
Jumhur menegaskan penanganan dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah. Operasi melibatkan kementerian/lembaga, BNPB, BMKG, TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk memadamkan titik api.
Pemerintah fokus menuntaskan seluruh titik api sebagai prioritas utama. Di lapangan, koordinasi operasi dan logistik terus dimonitor agar respon lebih cepat dan terarah.
Perlindungan kesehatan masyarakat
Selain pemadaman, perlindungan kesehatan warga menjadi perhatian penting. Kementerian Kesehatan bekerja bersama puskesmas dan fasilitas kesehatan daerah untuk mitigasi dampak asap.
"Yang kedua, prioritas kita adalah agar masyarakat terlindungi dan tidak terdampak secara serius. Termasuk Kementerian Kesehatan dengan Puskesmas dan sebagainya juga bergotong royong,"
— Jumhur Hidayat, 24 Agustus 2026
Pengawasan kesehatan dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus pernapasan dan memastikan akses penanganan darurat bagi kelompok rentan.
Penegakan hukum terhadap pelaku
Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar. Polri dan instansi terkait terus menindak pelaku sesuai ketentuan hukum.
Sampai saat ini, polisi dari sembilan Polda telah menetapkan sekitar 72 tersangka dalam rangkaian perkara karhutla. Kementerian Lingkungan Hidup juga menyelidiki korporasi yang konsesinya terbakar untuk melihat adanya pelanggaran.
Apabila ditemukan bukti pelanggaran, langkah hukum yang disiapkan meliputi sanksi administratif, gugatan perdata, tuntutan ganti rugi lingkungan, hingga pembebanan biaya pemulihan ekosistem.
Luas kebakaran dan perbandingan
Data BNPB mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Selatan pada 2023 mencapai sekitar 190.000 hektare. Hingga Senin ini, luas kebakaran tercatat sekitar 8.000 hektare.
| Periode | Luas Terbakar (hektare) |
|---|---|
| 2023 | 190.000 |
| Hingga 24 Agustus 2026 | ~8.000 |
Jumhur berharap luas terbakar tidak kembali meningkat mendekati angka 2023. Ia menyatakan penanganan terpadu menunjukkan kemajuan mitigasi sebelum bencana.
"Kita berharap angka ini tidak meluas bahkan jangan sampai mendekati angka tahun 2023. Artinya sebenarnya ada keberhasilan mitigasi sebelum bencana, dan kita juga akan terus berusaha mengatasi semuanya,"
— Jumhur Hidayat
Penanganan karhutla di Kalsel kini berfokus pada pemadaman cepat, perlindungan kesehatan, dan penindakan hukum. Upaya ini akan terus dimonitor sembari pemerintah dan mitra mengevaluasi langkah pencegahan jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Siaga Pastikan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo
Basarnas memastikan kesiapsiagaan SAR di Labuan Bajo pascagempa 7,7 Flores, meninjau personel, alut, dan koo...
KemenHAM Perluas Pendidikan HAM ke Puluhan Ribu Warga
Kementerian HAM memperluas pendidikan HAM ke puluhan ribu warga di beberapa daerah pada 25 Agustus 2026 untu...
Presiden Targetkan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun
Presiden minta PLTS 100 GWp selesai dalam tiga tahun atau lebih cepat untuk memperkuat kemandirian energi na...
Menhut Tinjau Karhutla Gambut di Jambi: Kelalaian Kecil Berpotensi Luas
Menhut Raja Antoni meninjau karhutla gambut di Tanjung Jabung Timur, Jambi; lahan gambut 17.000 ha, kedalama...
Polri Layani 400 Warga di Posko Kesehatan Nagekeo
Polri menyiagakan posko kesehatan di Nagekeo; sekitar 400 warga telah diperiksa dan mendapat pengobatan hing...
Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 ASN untuk Tangani Karhutla
Kementerian Kehutanan mengerahkan 5.000 ASN melalui BKO untuk memperkuat penanganan karhutla, fokus di Sumat...