Warga Terdampak Gempa NTT Masih di Tenda, Bantuan Terbatas
Warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memilih tinggal di tenda darurat di depan rumah untuk menghindari risiko gempa susulan. Pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa, Eka Suwandi, pada Senin, 24 Agustus 2026.
"Masih banyak warga yang menempati tenda-tenda darurat di depan rumah karena di sini masih terjadi gempa susulan. Jadi masyarakat untuk kembali masuk ke dalam rumah itu masih belum berani walaupun ada rumah yang masih berdiri,"
Keadaan pengungsian menimbulkan kebutuhan mendesak untuk bahan pangan dan perlengkapan tidur. Distribusi bantuan terus berjalan, namun pasokan dan akses menjadi kendala utama.
Kondisi pengungsian dan kebutuhan mendesak
Banyak pengungsi mendirikan tenda di pekarangan atau halaman depan rumah. Kebutuhan yang paling mendesak adalah bahan pangan, terpal, selimut, dan alas tidur. Selain itu, kebutuhan bayi juga menjadi perhatian tim bantuan.
Distribusi bantuan dan tantangan logistik
DMC Dompet Dhuafa melaporkan telah menyalurkan bantuan darurat berupa sembako, terpal, selimut, perlengkapan bayi, hingga layanan Wi-Fi gratis. Pendistribusian dilakukan di sejumlah wilayah di NTT.
- Nagekeo
- Manggarai Timur
- Ngada
- Ende
- Sikka
Meski beberapa pasar dan toko sudah buka, pasokan lokal belum mencukupi. Jarak antarwilayah dan kondisi jalan menyulitkan pengiriman logistik.
"Kalau dalam pembelanjaan kita perlu buffer zone atau di-dropping dari lokasi lain, misalkan dari Labuan Bajo atau dari Ende untuk dropping logistik. Saya sekarang di Nagekeo, di sini pasar ada beroperasi, ada toko yang sudah buka,"
"Namun pasokan logistik masih terbatas, lalu soal akses, ada beberapa titik yang jalannya retak dan ada longsoran-longsoran tertutup. Sehingga kita mesti perlu effort untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memang agak jauh nih, yang agak terisolir,"
Prioritas distribusi dan layanan tambahan
Tim kemanusiaan melakukan asesmen untuk menentukan prioritas. Kelompok rentan menjadi fokus utama penyaluran bantuan.
- Lansia
- Bayi
- Ibu hamil
- Penyandang disabilitas
Selain logistik, DMC Dompet Dhuafa mengerahkan tiga tim medis dan relawan di bidang pendidikan. Bantuan dialokasikan tidak hanya untuk kebutuhan darurat, tetapi juga untuk mendukung fase rehabilitasi dan pemulihan.
Imbauan dan langkah ke depan
Eka mengingatkan bahwa dukungan masih sangat dibutuhkan. Ia mengajak masyarakat untuk berkontribusi melalui lembaga kemanusiaan terpercaya agar bantuan dapat menjangkau para penyintas secara efektif.
Penanganan lanjutan akan menuntut koordinasi logistik lebih baik dan dukungan sumber daya dari daerah lain untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Penasehat Khusus Presiden Datangi Jabatex Tuntut Pembayaran Pesangon
Said Iqbal datangi Jabatex Cibodas (24/8/2026) untuk mendorong pembayaran pesangon 459 buruh senilai Rp59 mi...
Kementerian PU Buru Teknologi Konversi Air Laut untuk Palue
Kementerian PU menjajaki kerja sama dengan BRIN untuk mengonversi air laut jadi air tawar sebagai solusi dar...
CIEIE 2026 di Jakarta Buka Peluang Usaha Indonesia-Tiongkok
CIEIE 2026 digelar 3-5 Sept di Jakarta untuk perkuat kerja sama ekonomi digital dan buka peluang bagi pelaku...
Bahlil Janji Permudah Perizinan untuk Percepat Pemanfaatan Panas Bumi
Menteri ESDM Bahlil akan permudah perizinan dan beri insentif untuk percepat pemanfaatan panas bumi demi cap...
DPR: RUU Perampasan Aset Disusun untuk Cegah Kriminalisasi
DPR menegaskan RUU Perampasan Aset dibahas cermat untuk mencegah penyalahgunaan dan kriminalisasi; ditargetk...
Transmigrasi Dorong Investasi dan Produktivitas Lahan di Batam
Kementerian Transmigrasi alokasikan 300 hektare di Galang untuk galangan kapal, dorong investasi dan proyeks...