Nasional

CIEIE 2026 di Jakarta Buka Peluang Usaha Indonesia-Tiongkok

Bagikan:
Suasana pameran CIEIE 2026 di Jakarta menampilkan stan teknologi dan delegasi bisnis

Pameran China International E-commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 3-5 September 2026. Acara ini ditujukan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan digital antara Indonesia dan Tiongkok, serta membuka akses teknologi, investasi, dan pasar bagi pelaku usaha dari berbagai skala.

Penegasan Pemerintah Daerah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai CIEIE menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama ekonomi antara kedua negara. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberi keterangan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

"Yang lebih penting adalah bagaimana kolaborasi tersebut mampu membuka lebih banyak peluang bagi dunia usaha. Mulai dari perusahaan besar, industri lokal, start-up, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah."

Rano menambahkan CIEIE dapat menjadi platform untuk membuka akses Jakarta ke pasar global, teknologi baru, dan peluang investasi. Ia juga menyinggung penyelenggaraan China-Indonesia Green and Innovation Exhibition yang menampilkan inovasi di bidang artificial intelligence (AI), kendaraan energi baru, dan infrastruktur digital.

Agenda dan Fokus Pameran

Penyelenggara menyebutkan ada empat area utama dalam pameran, salah satunya adalah pemilihan produk e-commerce. Pameran ini dikembangkan selama empat tahun dan kini dirancang untuk meningkatkan konektivitas perdagangan digital serta interkoneksi industri.

"Setelah empat tahun pengembangan, pameran ini telah menjadi platform penting untuk konektivitas perdagangan digital. Kemudian interkoneksi industri, serta pencocokan penawaran dan permintaan,"

Fokus pada teknologi hijau dan inovasi dipandang sejalan dengan rencana pembangunan industri di Provinsi DKI Jakarta yang mendorong penguatan industri berteknologi maju.

Dampak bagi Dunia Usaha

CIEIE diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga memperbanyak peluang bisnis konkret. Menurut Rano, ukuran keberhasilan kerja sama adalah kemampuan membuka ruang usaha baru bagi berbagai pelaku ekonomi, termasuk UMKM.

Dengan menghadirkan delegasi dan perusahaan Tiongkok, pameran ini membuka peluang pencocokan penawaran dan permintaan serta potensi rantai pasok baru bagi pelaku lokal.

Respons Pelaku Usaha

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menyambut baik CIEIE dan berharap acara ini membawa lebih banyak delegasi, pabrik, dan pengusaha Tiongkok untuk kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pelaku usaha lokal.

"Dengan adanya CIEIE ini, kami berharap bisa mendatangkan lebih banyak delegasi dari Tiongkok. Termasuk pabrik dan pengusaha Tiongkok untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta."

Ia berharap kolaborasi di pameran berlanjut menjadi kerja sama nyata di bidang perdagangan, investasi, industri, dan pengembangan usaha.

Prospek ke Depan

Seiring dengan momentum hubungan diplomatik ke-76 antara Indonesia dan Tiongkok pada 2026, CIEIE dipandang sebagai ajang penting untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Keberhasilan pameran akan dilihat dari kemampuan menjembatani kebutuhan pasar dengan penawaran teknologi dan produk, serta keberlanjutan kerja sama bagi pelaku usaha Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait