Nasional

Transmigrasi Dorong Investasi dan Produktivitas Lahan di Batam

Bagikan:
Pemandangan kawasan industri dan pelabuhan di Batam sebagai lokasi pengembangan galangan kapal

Kementerian Transmigrasi mendorong pemanfaatan lahan di Batam agar lebih produktif untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Pernyataan ini disampaikan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara pada konferensi pers Transmigration Executive Dialogue, Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

Transmigrasi memperbaiki iklim sosial dan investasi

Menteri Iftitah menyebut program transmigrasi turut menciptakan situasi sosial yang lebih positif dan kondusif di Batam. Kondisi ini, menurutnya, meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan modal di daerah itu.

“Dengan adanya transmigrasi, situasi sosial cenderung lebih positif dan kondusif. Dampaknya, investor makin percaya diri dan yakin untuk masuk kembali ke Batam,”

Ia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Batam akan terus melampaui rata-rata nasional. Selain sebagai tujuan investasi industri, Batam kini mulai dilirik untuk pengembangan pusat data atau data center.

“Bahkan bukan hanya industri, ada juga data center. Nvidia juga sudah akan masuk ke sana,” kata Iftitah.

Alokasi lahan transmigrasi di Galang untuk industri kapal

Pemerintah mengalokasikan sekitar 300 hektare lahan transmigrasi di wilayah Galang, Batam. Lahan itu telah diproses bersama BP Batam dan sejumlah investor untuk dikembangkan menjadi galangan kapal.

Menurut Iftitah, pendekatan pemanfaatan lahan kini bergeser dari pembagian individu menjadi pengelolaan kawasan yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Langkah ini ditujukan untuk memperbesar dampak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Kalau dulu era bagi-bagi tanah, itu sudah selesai. Sekarang lahan digunakan untuk galangan kapal dan industri kapal,”

Proyeksi penciptaan lapangan kerja dan dampak ekonomi

Pemanfaatan 300 hektare untuk industri kapal diproyeksikan membuka sekitar 21 ribu lapangan kerja dalam lima tahun ke depan. Proyeksi ini menjadi salah satu dasar kebijakan untuk meningkatkan produktivitas lahan transmigrasi.

Iftitah menekankan bahwa pemanfaatan lahan yang lebih produktif penting mengingat luas Batam hampir setara dengan Singapura. Ia menilai potensi ekonomi Batam besar seiring kenaikan minat investasi.

“Lahan pun makin produktif. Inilah yang kami lihat bahwa transmigrasi tidak sekadar membagi lahan, tetapi menciptakan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja,”

Implikasi dan langkah ke depan

Peralihan skema transmigrasi menjadi pengelolaan kawasan industri berpotensi mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Jika realisasi investasi dan proyek galangan kapal berjalan sesuai rencana, efektivitas program akan terlihat dari penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas industri di Batam.

Pemerintah dan BP Batam akan menjadi kunci dalam memastikan proses perizinan, infrastruktur, dan kerja sama investor berjalan lancar. Pemantauan realisasi lapangan kerja dan investasi akan menjadi tolok ukur keberhasilan kebijakan ini ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait