Polri: Gangguan Kamtibmas Turun 1,91% — Masyarakat Diajak Jaga Kondusivitas
Polri melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) nasional turun 1,91 persen, menjadi 1.491 kejadian pada Minggu, 23 Agustus 2026. Penurunan ini mendorong ajakan Polri agar masyarakat aktif menjaga kondusivitas melalui kepedulian, komunikasi, dan verifikasi informasi.
Data penurunan dan rincian kejadian
Berdasarkan laporan situasi kamtibmas, terjadi pengurangan 29 kasus dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 1.520 kejadian. Penurunan pelaporan ini menjadi salah satu indikator pemantauan Polri terhadap situasi keamanan nasional.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total gangguan kamtibmas | 1.491 |
| Kasus kejahatan | 1.374 |
| Pelanggaran ringan | 18 |
| Kejadian bencana | 22 |
| Gangguan lain | 77 |
Rincian kejahatan menunjukkan 1.188 kasus konvensional, 174 kasus transnasional, dan 12 kasus terkait kekayaan negara. Tidak ada kejadian yang masuk kategori kontijensi pada periode itu.
Imbauan Polri dan peran masyarakat
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Edison Isir, menegaskan bahwa kondusivitas bergantung pada partisipasi warga. Ia meminta agar tren penurunan gangguan terus dipertahankan melalui sikap saling menghormati dan kepedulian sosial.
“Situasi kamtibmas secara umum saat ini dalam keadaan kondusif dan menunjukkan penurunan gangguan keamanan maupun kejahatan. Kondisi ini harus terus dijaga dengan membangun kepedulian, saling menghormati, dan menjaga ketertiban.”
Polri juga mengajak masyarakat memberi perhatian khusus kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana alam di Nusa Tenggara Timur. Bantuan dan dukungan dinilai penting agar korban dapat segera pulih.
Bijak bermedia sosial dan antisipasi provokasi
Selain menjaga ketertiban lingkungan, Polri mengingatkan publik untuk selektif terhadap informasi di media sosial. Semua informasi diminta dikonfirmasi kebenarannya sebelum disebarkan untuk menghindari keresahan.
“Mari menjaga kondusivitas dan ketertiban serta menggunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”
Polri memberi apresiasi atas kontribusi masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan media dalam pemeliharaan keamanan. Kolaborasi lintas elemen dianggap kunci mempertahankan suasana aman dan nyaman bagi warga.
Prospek ke depan
Meski angka turun, Polri menegaskan pemeliharaan kamtibmas membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari masyarakat dan aparat. Upaya bersama tersebut penting untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan terhindar dari eskalasi gangguan keamanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...