Pendiri Adidaya Apresiasi Kapolri Perkuat Ketahanan Pangan
Pendiri Adidaya Ilham Nurhidayatuloh memuji komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional pada kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026 di Tuban, Jawa Timur. Kegiatan itu digelar akhir pekan lalu dan turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Ilham menilai langkah Polri melalui program panen raya dan pendampingan petani menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat.
Program Polri dan dampaknya
Menurut Ilham, keterlibatan Polri tidak hanya bersifat seremonial. Polri mendampingi petani, membangun gudang pangan, dan memperkuat kelompok tani. Langkah tersebut dinilai meningkatkan produksi dan menjaga distribusi hasil panen.
Pujian Presiden Prabowo kepada Kapolri menunjukkan bahwa kerja-kerja Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh negara. Selain itu, masyarakat terutama petani.
Data produksi dan capaian
Ilham memaparkan angka capaian panen Polri pada 2026. Pada kuartal II, Polri mengelola lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi sekitar 1,23 juta ton jagung. Sementara pada kuartal I, lahan sekitar 91 ribu hektare menghasilkan lebih dari 884 ribu ton jagung.
| Periode | Luas Lahan (ha) | Perkiraan Hasil (ton) |
|---|---|---|
| Kuartal I 2026 | ~91.000 | >884.000 |
| Kuartal II 2026 | 189.760 | ~1.230.000 |
Implikasi bagi petani dan ekonomi desa
Ilham menekankan bahwa peningkatan produksi berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Ketika pasokan membaik, distribusi menjadi lebih lancar dan aktivitas ekonomi desa ikut bergerak. Hal ini menurutnya turut memperkuat stabilitas nasional.
Ketika produksi pangan meningkat, petani terbantu, distribusi terjaga, dan ekonomi desa bergerak. Maka stabilitas bangsa juga ikut menguat.
Kolaborasi lintas institusi
Ilham menilai keberhasilan program ini berkat kolaborasi Polri, pemerintah, dan masyarakat. Ia menyebut kepemimpinan Kapolri sebagai bukti institusi negara mampu hadir adaptif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Apa yang dilakukan Kapolri hari ini layak menjadi contoh. Bahwa, institusi negara dapat hadir dengan kerja nyata, menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung.
Dengan model pendampingan seperti ini, Ilham berharap gerakan ketahanan pangan berkelanjutan dapat terus diperluas untuk mencapai swasembada pangan nasional.
Berita Terkait
Holding Perkebunan Ajak Generasi Muda Percepat Transformasi
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara ajak generasi muda aktif percepat transformasi industri perkebun...
Angkutan Peti Kemas KAI Naik 19,35% hingga Mei 2026
KAI catat kenaikan angkutan peti kemas 19,35% hingga Mei 2026, total 2.428.471 ton, dorong efisiensi logisti...
Pameran Swarna Wastra Nusantara Pacu Tren Fesyen Berkelanjutan
Pameran SWN 2026 di Jakarta dorong promosi wastra dan kriya, selaras dengan tren fesyen berkelanjutan dan di...
Pelanggan Kereta Compartment Suite KAI Naik 79,38% Jan–Mei 2026
Pelanggan Compartment Suite KAI naik 79,38% jadi 20.565 orang pada Jan–Mei 2026; penumpang kini mengutamakan...
SUV Misterius DFSK Tertangkap Kamera, Peluncuran Semakin Dekat
PT Sokonindo tertangkap menguji SUV misterius DFSK di Indonesia; desain mulai terlihat, tetapi detail dan sp...
KAI Pasang 113 Unit PLTS untuk Kurangi Emisi Karbon
KAI operasikan 113 unit PLTS di 92 lokasi sejak 9 Juni 2026, dengan kapasitas 4.430,65 kWp dan potensi pengu...