Prabowo Siapkan 1.582 Kapal Ikan Modern untuk Nelayan
Presiden Prabowo Subianto berjanji membangun 1.582 kapal ikan modern mulai 2026 untuk memperkuat ekonomi nelayan dan sektor perikanan nasional. Janji itu disampaikan saat kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu 9 Mei 2026. Pemerintah menyatakan program ini bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program pembangunan kapal dan target
Paket kapal yang disiapkan terdiri dari berbagai ukuran sesuai zona tangkap dan kebutuhan nelayan. Sebagian besar armada yang direncanakan berbentuk kapal modern berkapasitas sekitar 30 gross ton (GT) untuk meningkatkan jangkauan dan hasil tangkapan.
Pembangunan massal kapal ini direncanakan berjalan bertahap antara 2026 hingga 2028. Pemerintah menyebut pelaksanaan akan melibatkan koperasi nelayan untuk memperkuat distribusi bantuan dan kemandirian ekonomi komunitas pesisir.
Tahap awal 2026 dan produksi dalam negeri
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap menyatakan tahap awal difokuskan pada penyelesaian 50 unit kapal sepanjang 2026. Pemerintah menyiapkan rantai pasok material, peralatan pendukung, serta kesiapan galangan kapal nasional untuk memenuhi target tersebut.
"Membangun kapal harus benar-benar memenuhi aspek teknis, pelaksanaan profesional, serta memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi. Kita harus menyiapkan semuanya mulai dari desain, bahan baku, kelengkapan pendukung, hingga kesiapan galangan kapal yang akan membangunnya," ujar Lotharia Latif.
Produksi kapal sepenuhnya dilakukan di dalam negeri untuk sekaligus memperkuat industri galangan kapal nasional dan membuka lapangan kerja di sektor maritim.
Dukungan internasional
Modernisasi armada juga mendapat dukungan bilateral. Dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris awal 2026, pemerintah Inggris menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan kapal Indonesia sebagai bagian kerja sama maritim kedua negara. Dukungan ini dimaksudkan untuk mempercepat transfer teknologi dan pendampingan teknis.
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)
Pemerintah mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat ekonomi pesisir terpadu. Targetnya sekitar 100 kawasan KNMP, dan sejauh ini 65 lokasi dilaporkan rampung dibangun.
- KNMP dilengkapi hunian nelayan dan fasilitas pengolahan hasil laut.
- Koperasi nelayan menjadi pilar distribusi dan pengelolaan bantuan.
Dampak dan prospek
Pemerintah memandang program kapal dan KNMP bukan sekadar infrastruktur, tetapi arah kebijakan maritim yang memberi prioritas kepada nelayan. Kehadiran kapal modern diharapkan memperluas jangkauan melaut, meningkatkan hasil tangkapan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
"Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu, kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan," kata Presiden Prabowo saat berbicara di hadapan nelayan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap nelayan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya laut, bukan sekadar penonton di wilayah perairan sendiri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...