Pemerintah Kaji Efektivitas MBG dalam Menurunkan Stunting
Pemerintah mengkaji efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam memperbaiki status gizi anak setelah muncul laporan penurunan stunting di beberapa daerah. Tenaga Ahli Bakom RI, Hariqo Satrio, mengatakan data seperti penurunan lebih dari empat persen di Jayapura perlu diverifikasi sebelum dikaitkan langsung ke MBG. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 29 September 2026.
Verifikasi data dan penyebab penurunan
Hariqo menegaskan penurunan angka stunting di suatu daerah tidak otomatis berarti keberhasilan satu program. Banyak intervensi kesehatan lain turut berperan dalam perbaikan gizi masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan kajian mendalam untuk menelusuri penyebab penurunan.
Kita harus memverifikasi data dan pernyataan sebelum menyimpulkan keberhasilan program tertentu dalam menurunkan angka stunting secara nasional. Penurunan stunting membutuhkan proses panjang, terutama melalui intervensi kesehatan yang menyasar ibu hamil dan balita
Evaluasi berbasis bukti dan survei
Evaluasi program MBG saat ini dilakukan berbasis bukti dari lapangan dan melibatkan sejumlah kementerian serta lembaga terkait. Hariqo menyatakan pengukuran dampak gizi tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena perubahan status gizi kronis membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Ia juga menyebutkan pemerintah menantikan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) untuk gambaran lebih utuh. Hasil survei diharapkan tersedia tahun ini atau paling lambat awal tahun depan sebagai bahan evaluasi kebijakan.
Kami juga menantikan hasil Survei Status Gizi Indonesia untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai perkembangan status gizi masyarakat
Pengawasan mutu dan keamanan pangan
Pemerintah memperketat pengawasan mutu dan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Kementerian Kesehatan turun langsung memastikan asupan gizi puluhan juta anak memenuhi standar kesehatan. Hariqo menyebut penerapan prosedur operasional standar turut mendukung keamanan pelaksanaan.
Hingga saat ini dilaporkan lebih dari 26 ribu dapur MBG tidak mengalami kasus keracunan, menurut keterangan yang disampaikan Hariqo.
Peran lembaga dan transparansi temuan
Hariqo mengingatkan evaluasi keberhasilan program harus dilakukan oleh lembaga yang memiliki kapasitas mengukur status gizi. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) berfokus pada evaluasi kualitas makanan dan tata kelola penyediaan, sementara pengukuran dampak kesehatan perlu pendekatan berbasis survei.
Ia menekankan pentingnya menyampaikan kesenjangan antara hasil survei dan temuan lapangan secara terbuka. Dengan demikian pemerintah dapat memperbaiki pelaksanaan MBG dan memastikan upaya penurunan stunting berjalan terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
29 September: Hari Jantung, Hari Sarjana, dan Kesadaran Limbah Pangan
Setiap 29 September diperingati tiga momentum: World Heart Day, Hari Sarjana Indonesia, dan hari kesadaran l...
Jenazah di Pesisir Lampung Bukan Korban KM Arupadatu I
Polda Banten menyatakan jenazah di Pekon Balam teridentifikasi sebagai warga Lampung Barat dan tidak terkait...
Aksi 20.000 Buruh di DPR, Ruas Sekitar Berpotensi Macet
Sekitar 20.000 buruh aksi di DPR/MPR RI pada 29 Sept 2026; Polda Metro ingatkan potensi kepadatan dan rekaya...
Jenazah di Pesisir Lampung Bukan Korban KM Arupadatu I
Polda Banten pastikan jenazah di Pekon Balam, Lampung, bukan korban KM Arupadatu I; identitas terverifikasi...
Kemenhaj Siap Blacklist Muthawif yang Sindir Jemaah Lansia
Kemenhaj ancam blacklist muthawif yang diduga menyindir jemaah lansia setelah video viral; proses tabayun da...
101 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KND
101 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KND; 52 penyandang disabilitas dan 49 non-disabilitas...