Nasional

Angka Stunting Turun, Pemerintah Perkuat Intervensi Gizi

Bagikan:
Program pemberian makanan tambahan berbahan lokal untuk perbaikan gizi balita

Pemerintah memperkuat intervensi gizi21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara pada Selasa, 29 September 2026.

Penurunan prevalensi dan maknanya

Penurunan menjadi di bawah 20 persen menjadi catatan penting bagi upaya perbaikan gizi nasional. Pemerintah melihat capaian ini sebagai kemajuan, namun menilai keberlanjutan program tetap krusial agar tren perbaikan konsisten.

Secara nasional, kita melihat kemajuan yang sangat nyata dalam menurunkan angka stunting di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Prevalensi stunting turun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024

Hasil intervensi makanan tambahan berbahan lokal

Salah satu strategi yang digencarkan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk balita dengan masalah gizi. Analisis dampak tahun 2025 menunjukkan hasil positif dari program ini.

Hasil analisis memperlihatkan perbaikan kondisi gizi kurang pada balita mencapai 62%. Perbaikan pada balita dengan berat badan kurang juga terlihat, sebesar 54,5%. Temuan ini memperkuat argumen untuk melanjutkan dan memperluas penggunaan bahan pangan lokal dalam PMT.

Tantangan anggaran dan pendekatan lintas sektor

Meskipun capaian menurun, ada kekhawatiran soal ketersediaan anggaran di tengah berbagai kebutuhan pembangunan. Hariqo menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan intervensi berkelanjutan dan keterlibatan banyak pihak.

Stunting merupakan persoalan jangka panjang yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kesehatan hingga kondisi lingkungan tempat tinggal

Oleh karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Evaluasi berkala dan intervensi yang terarah dianggap penting untuk memastikan kelompok rentan tidak terabaikan.

Langkah ke depan

Ke depan, fokus diarahkan pada penguatan program yang terbukti efektif, pemantauan berkelanjutan, dan penguatan kapasitas layanan gizi di tingkat lokal. Pendekatan multisektoral tetap menjadi kunci untuk mempertahankan dan mempercepat penurunan prevalensi stunting menuju target jangka panjang seperti Generasi Emas 2045.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait