Jenazah di Pesisir Lampung Bukan Korban KM Arupadatu I
Polda Banten memastikan jenazah yang ditemukan di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak terkait dengan insiden hilangnya KM Arupadatu I. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 28 September 2026, setelah identifikasi dan pemeriksaan medis selesai dilakukan.
Identitas korban terverifikasi
Hasil pemeriksaan medis dan visum menunjukkan jenazah teridentifikasi sebagai Rangga Adriana bin Udin Safrudin, seorang remaja laki-laki warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat. Proses identifikasi dilakukan oleh tim kepolisian setempat bersama pihak berwenang medis.
Menurut keterangan, keluarga korban menolak dilakukannya autopsi dan langsung membawa jenazah untuk dimakamkan secara layak setelah serangkaian pemeriksaan selesai.
Kronologi penemuan
Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan bernama Binani. Ia menemukan mayat yang mengambang saat hendak melaut pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 05.25 WIB.
Mayat yang terbawa arus dan ombak itu terlihat mendekati pesisir pantai Pekon Balam. Tim SAR gabungan segera melakukan penjemputan dan membawa jenazah ke Puskesmas Pugung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penegasan Polda Banten
"Kami memastikan bahwa penemuan jasad di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait telah memastikan identitas korban,"
Polda Banten menegaskan temuan tersebut merupakan kasus independen dan bukan bagian dari insiden kapal yang hilang. Pernyataan resmi diharapkan menjadi acuan sebelum adanya informasi lain yang belum terverifikasi.
Perkembangan operasi pencarian KM Arupadatu I
Tim SAR gabungan telah melakukan operasi pencarian selama 10 hari sejak laporan awal. Sampai hari terakhir, belum ditemukan objek yang dapat dikonfirmasi sebagai bangkai kapal atau korban terkait KM Arupadatu I.
- Area pencarian diperluas hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi.
- 523 personel dilibatkan dalam operasi.
- Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor yang diperkirakan.
- Hingga kini, belum ada konfirmasi jenazah atau bangkai kapal yang terkait.
Imbauan kepada publik
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I tentu akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi,"
Polda Banten meminta agar publik menunggu hasil verifikasi resmi sebelum mengaitkan penemuan jenazah di perairan dengan peristiwa hilangnya kapal. Hal ini untuk mencegah kekeliruan informasi dan kepanikan di masyarakat.
Dengan identifikasi yang telah selesai untuk jenazah di Pekon Balam, pihak berwenang menegaskan akan terus menginformasikan perkembangan terkait pencarian KM Arupadatu I berdasarkan bukti dan verifikasi resmi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...