Djokovic Kembali ke China Open, Bidik Trofi Pertama 2026
Novak Djokovic kembali turun lapangan di China Open Beijing pada Rabu, 30 September 2026. Ia akan menghadapi Nuno Borges pada laga pembuka dan membidik gelar pertama musim ini sekaligus trofi karier ke-102, setelah tersingkir di babak pertama US Open beberapa pekan lalu.
Kondisi fisik dan persiapan
Djokovic datang ke Beijing usai kekalahan di New York dari Mariano Navone yang berlangsung lima set. Ia sempat menghadapi kendala fisik pada laga itu, namun menyatakan kondisinya kini membaik.
“Sejauh ini saya merasa baik. Tentu saja kondisinya akan berbeda ketika Anda bermain di pertandingan resmi dengan berlatih di lapangan,”
Untuk meminimalkan risiko, Djokovic tiba beberapa hari lebih awal. Ia menghabiskan waktu di lapangan untuk berlatih dan menjalani pertandingan simulasi agar siap menghadapi ritme kompetisi.
“Saya datang lebih awal untuk berlatih dan menghabiskan waktu di lapangan. Fasilitasnya berkembang pesat, meski sejak awal sudah sangat mengesankan,”
Rekor dan pengalaman di Beijing
Beijing menjadi salah satu kota favorit Djokovic. Ia pernah menjuarai turnamen ini sebanyak enam kali, sehingga membawa modal pengalaman dan kepercayaan diri.
- Gelar China Open: 2009
- Gelar China Open: 2010
- Gelar China Open: 2012
- Gelar China Open: 2013
- Gelar China Open: 2014
- Gelar China Open: 2015
Menurut Infosys ATP Win/Loss Index, Djokovic belum pernah kalah dalam 29 pertandingan di ajang ATP 500 Beijing. Statistik itu menjadi salah satu alasan ia antusias kembali ke Tiongkok dan berharap mendapat dukungan penggemar lokal.
“Saya selalu menantikan untuk datang ke Tiongkok. Rekor saya di sini juga memberi kepercayaan diri yang sangat saya butuhkan,”
Target turnamen dan catatan musim
Pada usia 39 tahun, Djokovic masih menaruh ambisi tinggi. Selain memburu gelar pertama musim 2026, ia juga mengincar pencapaian gelar ke-102 dalam kariernya.
Prestasi terbaiknya musim ini adalah mencapai final Australian Open, di mana ia kalah dari Carlos Alcaraz. Kini fokusnya bergeser ke turnamen lapangan keras di Beijing untuk memperbaiki catatan musim.
Proyeksi dan dampak
Kehadiran Djokovic di draw utama menambah daya tarik China Open. Lawan pembuka Nuno Borges akan menjadi ujian pertama untuk melihat kemampuan fisik dan ritme permainan Djokovic pasca-US Open.
Jika mampu melewati pertandingan pembuka, Djokovic berpotensi melaju jauh mengingat rekor impresifnya di Beijing. Turnamen ini sekaligus menjadi peluang untuk menutup musim dengan gelar yang belum sempat ia raih tahun ini.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Wamenpora Bersyukur, Dua Ganda Indonesia ke Final Asian Games
Wamenpora Taufik Hidayat bersyukur dua ganda Indonesia (Amri/Nita dan Leo/Daniel) melaju ke final bulu tangk...
Evaluasi Lini Serang Jadi Kunci Garuda Hadapi Malaysia
Timnas Indonesia evaluasi lini serang setelah 17 tembakan hanya dua on target; penyelesaian akhir jadi kunci...
Irlandia Kenakan Ban Hitam Saat Kalahkan Israel 3-0 di Debrecen
Timnas Irlandia mengenakan ban hitam dan menang 3-0 atas Israel di Debrecen (27/9/2026) sebagai penghormatan...
Irlandia Tolak Jabat Tangan Israel, Soroti Konflik Gaza di Nations League
Irlandia menolak berjabat tangan dengan Israel sebelum laga Nations League, memakai ban lengan hitam, dan me...
Yunani Kejutkan Jerman 1-0, Klopp Belum Menang
Yunani menaklukkan Jerman 1-0 lewat gol Kourbelis (74'), membuat Jurgen Klopp belum meraih kemenangan dalam...
Alwi Farhan Sabet Perunggu Asian Games 2026 usai Tersingkir di Semifinal
Alwi Farhan meraih perunggu Asian Games 2026 setelah kalah 13-21, 15-21 dari Kunlavut; ia menyebut kelelahan...