KAI Sumatra Barat Angkut 913.674 Penumpang Jan–Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatra Barat melayani 913.674 penumpang dan mengangkut 492.220 ton komoditas barang sepanjang periode Januari–Mei 2026. Angka ini menunjukkan peran aktif kereta api dalam konektivitas penumpang dan logistik di wilayah Sumatra Barat.
Volume penumpang dan pengangkutan barang
Jumlah penumpang yang dilayani bersifat kumulatif dari awal tahun hingga Mei 2026. Sementara itu, pengangkutan barang didukung oleh jalur kereta barang yang melayani rel dari Indarung menuju Bukit Putus. Operasional kargo tersebut menjadi tulang punggung distribusi komoditas di daerah itu.
Jejak sejarah perkeretaapian
KAI menyoroti sejarah panjang jaringan rel di Sumatra Barat yang awalnya dibangun untuk mendukung tambang batu bara Ombilin. Pembangunan Stasiun Padang dimulai pada 6 Juli 1889. Sedangkan Stasiun Pulau Air diresmikan pada 1 Oktober 1892 oleh Staatsspoorwegen ter Sumatras Westkust.
Prasarana dan jangkauan layanan
Berdasarkan data prasarana, total panjang jalur rel tercatat mencapai 312,232 kmsp. Panjang lintasan aktif sebesar 110,910 kmsp, sedangkan sisanya 201,322 kmsp tercatat nonaktif. Wilayah operasional dilengkapi 20 stasiun dan sejumlah shelter penumpang, serta empat stasiun khusus untuk layanan logistik.
Peran bagi masyarakat dan pariwisata
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa rel di Sumatra Barat sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Ia menyatakan pentingnya melihat jejak sejarah untuk membaca kebutuhan konektivitas masa kini.
“Sumatra Barat menunjukkan bagaimana kereta api sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Jejak itu tetap relevan untuk membaca kebutuhan konektivitas Sumatra hari ini,”
KAI juga menyebut layanan kereta yang ada kini menghubungkan pusat permukiman dengan destinasi wisata, akses bandara, serta rute harian masyarakat. Menurut KAI, hal ini memperkuat fungsi kereta api sebagai moda transportasi multifungsi.
Tren penumpang dan implikasi ekonomi
Jumlah penumpang menunjukkan tren kenaikan. Pada 2021 volume tercatat sekitar 1,09 juta orang dan meningkat signifikan hingga 1.978.241 orang pada 2025. Data kementerian dan lembaga terkait juga mencatat lonjakan perjalanan wisatawan nusantara dari 8,4 juta menjadi 20,7 juta pergerakan selama lima tahun.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan bahwa sejarah rel memberi pelajaran penting tentang peran konektivitas dalam mendorong pemerataan dan pertumbuhan wilayah.
“Sejarah rel Sumatra Barat memberi pelajaran penting bahwa konektivitas selain sebagai jalur, juga menjadi akses, pertumbuhan wilayah, dan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat,”
Dengan data dan infrastruktur yang ada, KAI melihat kereta api terus menjadi instrumen penting bagi distribusi barang, mobilitas warga, dan pengembangan pariwisata di Sumatra Barat.
Berita Terkait
Rupiah Menguat 151 Poin di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran
Rupiah menguat 151 poin menjadi Rp17.708 pada 15 Juni 2026, didorong harapan perdamaian AS-Iran dan ekspekta...
Komisi VII Minta BSN Perkuat Daya Saing UMKM
Komisi VII mendesak BSN alihkan anggaran ke program yang langsung memperkuat kualitas dan daya saing UMKM ag...
Jakarta Fair 2026 Perkuat Pasar dan Peluang UMKM
Jakarta Fair Kemayoran 2026 dibuka 11 Juni; jadi peluang utama memperluas pasar dan jaringan bagi UMKM denga...
Menteri UMKM Bidik Transaksi Rp8 Triliun di Jakarta Fair 2026
Menteri UMKM targetkan transaksi Rp8 triliun pada Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, fokus dorong penjua...
Singapura Tetap Jadi Sumber PMA Terbesar, Realisasi Investasi Q1 2026 Rp498,8T
Rosan Roeslani menyebut Singapura tetap sumber PMA terbesar; realisasi investasi Q1 2026 capai Rp498,8 trili...
Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Naik 1,9% ke USD439,8 miliar
ULN Indonesia April 2026 mencapai USD 439,8 miliar, tumbuh 1,9% akibat peningkatan ULN pemerintah meski ULN...