Ekonomi

Pelanggan KAI Tembus 307,86 Juta Jan–Jul 2026

Bagikan:
Kereta penumpang KAI melintas di stasiun, ilustrasi mobilitas dan energi terbarukan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 307.860.743 pelanggan pada periode Januari–Juli 2026, atau sekitar 307,86 juta orang. Angka ini naik 8,32% dibandingkan 284.202.884 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan resmi disampaikan pada 15 Agustus 2026 dan menyorot efisiensi ruang, energi, serta langkah pengurangan emisi.

Capaian penumpang dan efisiensi moda

Satu rangkaian kereta dilaporkan mampu menggantikan sekitar 160 mobil atau 560 sepeda motor secara ilustratif. Perjalanan dengan kereta penumpang menghasilkan sekitar 41 gram CO₂ per penumpang per kilometer, menunjukkan efisiensi emisi dibandingkan moda pribadi.

Upaya energi terbarukan dan target emisi

KAI mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 92 lokasi hingga akhir 2025. Total kapasitas yang tercatat mencapai 4.430,65 kWp. Perusahaan menargetkan penurunan emisi operasional sebesar 166.873 ton CO₂e pada 2030.

"Yang dibutuhkan masyarakat pada akhirnya sederhana, yakni perjalanan yang mudah dan nyaman. Ketika satu rangkaian dapat membawa banyak orang dalam satu waktu, manfaatnya ikut terasa pada penggunaan ruang dan energi yang lebih efisien," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Manajemen air dan pengurangan limbah

KAI juga melaporkan keberhasilan pengelolaan sumber daya. Penggunaan air perusahaan pada 2025 turun sebesar 22,16% dibanding 2024, menjadi 716,30 megaliter. Selain itu, perusahaan menerapkan pemanfaatan biodiesel dan fasilitas untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai.

"Kereta api akan terus mengambil peran dalam menghadirkan perjalanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini, sekaligus lebih siap menghadapi kebutuhan mobilitas pada masa mendatang," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Langkah konkret dan prospek

Langkah-langkah yang ditempuh meliputi pengembangan PLTS, penggunaan biodiesel, pengurangan plastik sekali pakai, dan efisiensi air. Secara ringkas, kebijakan ini bertujuan meningkatkan kapasitas angkutan serta menurunkan jejak lingkungan seiring pertumbuhan mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Dengan capaian penumpang yang meningkat dan upaya keberlanjutan yang sedang berjalan, KAI menempatkan transportasi rel sebagai solusi efisien bagi kebutuhan mobilitas masa kini dan mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait