KAI Commuter Imbau Penumpang Jangan Loncat saat Kereta Belum Berhenti
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna Commuter Line agar tidak meloncat naik atau turun dari kereta sebelum rangkaian berhenti sempurna di peron. Imbauan disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, pada Jumat, 29 Mei 2026, menyusul sejumlah kejadian di stasiun transit yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
Aturan keselamatan yang wajib dipatuhi
KAI Commuter menegaskan beberapa aturan sederhana namun krusial untuk mencegah kecelakaan di area peron. Pelanggaran terhadap aturan ini dinilai berisiko tinggi bagi pelaku dan pengguna lain di peron.
- Jangan membuka pintu secara paksa saat rangkaian belum berhenti sempurna.
- Utamakan penumpang yang turun terlebih dahulu sebelum menaiki kereta.
- Perhatikan selalu celah antara peron dan pintu kereta.
- Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di area peron.
Lokasi dan pemicu kejadian
KAI Commuter mencatat kejadian meloncat atau memaksa masuk biasanya terjadi di stasiun transit dari KAJJ atau kereta lokal yang terhubung dengan layanan Commuter Line Jabodetabek. Kebiasaan terburu-buru atau memaksakan diri menjadi pemicu utama insiden tersebut.
"Tindakan ini merupakan pelanggaran keselamatan yang sangat serius, karena dapat mencelakai diri sendiri dan pengguna lainnya yang sedang menunggu di area peron,"
kata Karina Amanda sebagai peringatan bagi pengguna yang sering terburu-buru saat pergantian kereta.
Pengawasan di peron dan tindak lanjut
Untuk memperkecil risiko, petugas pengamanan stasiun disiagakan di sepanjang peron. Mereka memantau pergerakan penumpang, memberikan peringatan keselamatan, dan siap membantu pengguna yang membutuhkan.
"Edukasi keselamatan terus digencarkan KAI Commuter kepada masyarakat luas. Pelanggaran aturan keselamatan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,"
kata Karina, mengingatkan bahwa upaya preventif dipadukan dengan penegakan aturan jika diperlukan.
Komitmen keselamatan dan harapan ke depan
KAI Commuter menyatakan berkomitmen menciptakan ekosistem perjalanan yang aman bagi seluruh pengguna Commuter Line. Dengan mematuhi aturan sederhana tersebut, selain melindungi diri sendiri, penumpang juga menghormati hak pengguna lain.
Imbauan ini diharapkan meningkatkan kesadaran kolektif di stasiun-stasiun transit, khususnya pada jam sibuk, sehingga insiden karena kelalaian dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...