KAI Angkut 11,4 Juta Ton Barang dan 498 Ribu Penumpang di Lampung
Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pengangkutan 11.437.080 ton barang dan melayani 498.104 penumpang di wilayah Lampung hingga pengumuman 18 Juni 2026. Capaian itu dibarengi pengoperasian jalur sepanjang 451,280 kilometer dengan dukungan 47 stasiun, untuk memperkuat konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatra bagian selatan.
Capaian angkutan dan layanan penumpang
Manajemen KAI menyatakan perkembangan ini sebagai bukti penguatan peran kereta api dalam distribusi komoditas dan perjalanan antarkota. Dua layanan penumpang utama, Rajabasa dan Kuala Stabas, menjadi andalan rute Tanjungkarang menuju Kertapati dan Baturaja.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Total barang terangkut | 11.437.080 ton |
| Total penumpang | 498.104 orang |
| Panjang jalur | 451,280 kilometer |
| Stasiun operasional | 47 stasiun |
| Perjalanan kereta barang | 4.029 perjalanan |
| Penumpang Rajabasa | 185.167 orang |
| Penumpang Kuala Stabas | 312.937 orang |
| Semen zak | 83.680 ton |
| Bahan bakar minyak | 52.593 ton |
Sejarah dan jaringan rel Lampung
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengingatkan awal pembukaan jalur rel oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) pada 1911. Jaringan itu awalnya menghubungkan Tanjungkarang dengan kawasan komoditas di Sumatra Selatan.
"Sejarah rel di Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses. Dari jalur hasil bumi, pelabuhan, hingga pusat permukiman, kereta api membentuk konektivitas yang sampai hari ini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekonomi wilayah,"
Komoditas logistik dan ritase barang
Komoditas utama yang diangkut adalah batu bara relasi Tanjung Enim Baru–Tarahan. Selain itu, semen zak dan bahan bakar minyak tercatat sebagai komoditas besar yang didistribusikan melalui rel.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyebut KAI mengoperasikan 4.029 perjalanan kereta barang untuk mendukung distribusi di Lampung.
"Potensi Lampung perlu dibaca dari peta konektivitasnya. Di sana terdapat pelabuhan, sentra industri, lintas penumpang, dan jalur barang dengan volume besar. Ketika rel diperkuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang lebih efisien, mobilitas masyarakat yang lebih mudah, dan daya saing wilayah yang semakin baik,"
Prospek dan fokus pembangunan
KAI menegaskan fokus ke depan adalah memperkuat keselamatan, keandalan operasi, serta pengembangan logistik energi untuk pemerataan ekonomi berbasis transportasi. Perusahaan juga menilai jaringan rel historis masih relevan sebagai tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan wilayah.
Dengan data operasional yang kuat, KAI mendorong upaya peningkatan infrastruktur dan layanan agar rel di Lampung terus mendukung mobilitas masyarakat dan efisiensi distribusi komoditas.
Berita Terkait
Jeffrey Hendrik Terpilih Direktur Utama BEI 2026-2030
OJK menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai calon Direktur Utama BEI 2026-2030; tujuh calon direksi akan disahkan...
Superapps Sapa UMKM Perkuat Legalitas dan Standardisasi
Kementerian UMKM soft launching Superapps Sapa UMKM pada 17 Juni 2026 untuk integrasikan data dan perkuat le...
Festival Kemudahan & Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perkuat UMKM
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 di Balikpapan percepat legalitas, sertifikasi, dan akses...
UMKM Marketplace Wajib Punya NIB, IDEA Siap Dampingi
IDEA siap mendampingi penjual UMKM di marketplace untuk mendapat NIB; pengurusan lewat OSS gratis, biaya han...
Menkop Dorong Peran Koperasi dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Menkop Ferry Juliantono mendorong koperasi berperan dalam energi terbarukan dan luncurkan pilot PLTS 6 MW di...
Wamenkop: Koperasi Pesantren Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan
Wamenkop Farida mendorong profesionalisasi koperasi pesantren untuk kemandirian ekonomi dan akses pembiayaan...