KAI Angkut Puluhan Ribu Penumpang lewat Kereta Ekonomi & Petani
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani puluhan ribu pelanggan melalui program Public Service Obligation (PSO) dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. Laporan kinerja yang dirilis di Jakarta, Kamis 18 Juni 2026, mencatat 34.824 penumpang Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 27.824 penumpang Kereta Petani-Pedagang pada rute antarkota serta komuter.
Angka penumpang dan rute layanan
Kereta Ekonomi Kerakyatan melayani relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan beberapa rute lain untuk mendukung mobilitas harian. Pada relasi Lempuyangan–Pasar Senen tercatat 12.262 pelanggan ke arah satu dan 12.136 pelanggan ke arah sebaliknya selama uji coba awal.
Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang mencatat 27.824 penumpang pada lintas Rangkasbitung–Merak. Program ini dicanangkan untuk meningkatkan akses pasar dan produktivitas pelaku usaha mikro serta distribusi barang dari daerah ke pusat-pusat permintaan.
Hasil uji coba KA Cikuray
Rangkaian baru juga dioperasikan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Pemkab Garut. Dalam sepekan, KA Cikuray mengangkut total 10.448 penumpang, terdiri atas 10.426 penumpang Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 22 penumpang Kereta Petani-Pedagang.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menyatakan respons masyarakat kuat terhadap gerbong berkapasitas besar ini. Ia juga menyebut volume angkutan KA Cikuray mencapai 615.723 orang pada 2025.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne.
Desain gerbong dan fasilitas pedagang
Balai Yasa Manggarai mendesain ulang tata letak kursi menjadi 93 kursi per gerbong untuk Kereta Ekonomi Kerakyatan. Balai Yasa Surabaya Gubeng merancang fasilitas khusus pedagang dengan kapasitas 73 kursi pada gerbong Kereta Petani-Pedagang.
Kereta komuter untuk pedagang berhenti di sebelas stasiun guna menunjang distribusi logistik usaha kecil. Seorang pedagang lokal, Sumarni, menilai layanan ini langsung berdampak pada pendapatan harian.
“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni.
Respons publik dan rencana pengembangan
KAI menegaskan komitmen jangka panjang untuk memperluas layanan PSO dengan evaluasi rute berkala. Perusahaan akan menimbang potensi bangkitan ekonomi daerah sebelum menetapkan rute baru.
“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Dengan data awal ini, KAI melanjutkan uji coba dan evaluasi untuk memperluas layanan murah yang dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas ekonomi dan mobilitas warga.
Berita Terkait
MIND ID Kurangi Limbah B3 38% dalam Dua Tahun
MIND ID menurunkan volume limbah B3 sekitar 38% dalam dua tahun, dari 351 kiloton (2023) ke 217 kiloton (202...
Jeffrey Hendrik Terpilih Direktur Utama BEI 2026-2030
OJK menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai calon Direktur Utama BEI 2026-2030; tujuh calon direksi akan disahkan...
Superapps Sapa UMKM Perkuat Legalitas dan Standardisasi
Kementerian UMKM soft launching Superapps Sapa UMKM pada 17 Juni 2026 untuk integrasikan data dan perkuat le...
Festival Kemudahan & Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perkuat UMKM
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 di Balikpapan percepat legalitas, sertifikasi, dan akses...
UMKM Marketplace Wajib Punya NIB, IDEA Siap Dampingi
IDEA siap mendampingi penjual UMKM di marketplace untuk mendapat NIB; pengurusan lewat OSS gratis, biaya han...
Menkop Dorong Peran Koperasi dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Menkop Ferry Juliantono mendorong koperasi berperan dalam energi terbarukan dan luncurkan pilot PLTS 6 MW di...