Warga Palangka Raya Pakai Masker Akibat Kabut Asap Karhutla
Palangka Raya — Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah sejak dua pekan terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap mulai dirasakan warga
Warga melaporkan bau asap dan gangguan pernapasan meski kabut tidak selalu pekat. Kondisi ini memicu kebiasaan memakai masker terus-menerus saat beraktivitas di luar ruangan.
"Sekitar dimulai dua minggu lalu. Iya sekarang memakai masker terus,"
— Nor Halisah, warga Palangka Raya.
Dampak pada kesehatan dan sekolah
Menurut pengakuan warga, asap mengganggu pernapasan dan penglihatan sehingga aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman. Dampak itu juga dirasakan dunia pendidikan di kota ini.
Salah satu efek yang disebut adalah perubahan jadwal sekolah untuk mengurangi paparan. Seorang warga menyebut jam masuk dimajukan atau dimundur sehingga durasi pembelajaran menjadi lebih singkat.
"Sekolah adik saya berpengaruh karena jadwal pelajaran jadi mundur. Masuk jam 06.30WIB, sekarang mundur jam 07.30WIB, jadi memperpendek pelajaran,"
— Nor Halisah.
Upaya penanganan oleh pemerintah
Pemerintah merespons dengan mengerahkan 12.880 personel untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Penempatan personel difokuskan pada tiga provinsi prioritas untuk mempercepat pemadaman titik api.
- Kalimantan Barat: 1.410 personel
- Kalimantan Tengah: 10.700 personel
- Kalimantan Selatan: 770 personel
Selain personel, pemerintah juga memasang sumur bor untuk mendukung upaya pemadaman di lahan gambut yang sulit dijangkau.
"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kemudian dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,"
— Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan.
Potensi lanjutan dan imbauan
Meski upaya penanganan terus berjalan, potensi kebakaran masih bisa meningkat jika musim kering berlanjut. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat terkait kesehatan dan keselamatan.
Untuk jangka pendek, penggunaan masker saat berada di luar dan pembatasan aktivitas di luar ruangan dianjurkan guna mengurangi paparan asap.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...