Nasional

Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan

Bagikan:
Upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Jakarta dengan pelantikan satuan baru

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pembentukan satuan baru TNI diikuti penguatan kemampuan pertahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Permintaan itu disampaikan saat upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Jakarta, pada Senin 5 Oktober 2026, saat Presiden melantik dan mengukuhkan sejumlah satuan baru.

Satuan baru yang dikukuhkan

Pelantikan mencakup penambahan komando dan batalyon di tiga matra TNI. Penambahan ini dinilai penting untuk memperkuat peran TNI dalam menjaga rakyat dan kedaulatan.

TNI Angkatan Darat

  • Enam Komando Daerah Militer (Kodam).
  • 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
  • Tiga batalyon bantuan tempur (Banpur): Kavaleri, Artileri Medan (Armed), dan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).

TNI Angkatan Laut

  • Satu Brigade Infanteri Marinir (Brigif).
  • Empat batalyon Marinir.

TNI Angkatan Udara

  • Satu Divisi II Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan satu Brigade Korpasgat.
  • Tiga batalyon Korpasgat.
  • Satu Skadron Pendidikan dan dua Skadron Udara.
  • Dua satuan Radar.

Pesan Puan soal tugas TNI dan pelayanan masyarakat

Puan memberikan penghargaan kepada seluruh prajurit atas dedikasi mereka dalam menjaga pertahanan sekaligus membantu warga saat bencana atau keadaan darurat. Ia menekankan perlunya dukungan dan koordinasi jelas agar tugas operasional dan layanan kemanusiaan berjalan efektif.

"Pengabdian tersebut perlu ditopang koordinasi yang jelas serta dukungan pemerintah sesuai mandat penugasan, sehingga pertolongan kepada warga berjalan efektif dan kesiapan pertahanan tetap terpelihara,"

Selain itu, Puan menekankan bahwa pertambahan satuan harus diiringi kedekatan antara prajurit dan rakyat. Ia mengingatkan agar setiap tindakan prajurit selalu menghormati hukum, melindungi keselamatan masyarakat, dan menjaga kepercayaan publik.

"Dengan berbagai satuan baru ini, kita berharap TNI dapat semakin kuat dalam menjaga rakyat,"

"Teruslah menjadi kekuatan pertahanan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,"

Implikasi dan kebutuhan ke depan

Penambahan satuan TNI membuka kebutuhan lanjutan berupa koordinasi antarlembaga dan dukungan pemerintah sesuai mandat. Hal itu diperlukan agar satuan baru dapat segera berfungsi optimal tanpa mengurangi peran pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, transformasi organisasi TNI yang berlangsung saat HUT ke-81 tidak hanya soal jumlah unit, melainkan juga kualitas koordinasi, kesiapan operasional, dan pemeliharaan kepercayaan publik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait