Nasional

Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Gempa NTT

Bagikan:
Penyaluran bantuan Kemendikdasmen untuk murid dan guru terdampak gempa di NTT

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan bagi murid dan guru terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul gempa susulan magnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Manggarai pada Kamis, 20 Agustus 2026. Bantuan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung kelanjutan proses pembelajaran di lokasi pengungsian.

Bantuan disalurkan langsung ke lokasi pengungsian

Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen tiba di lokasi pada Rabu, 19 Agustus 2026 dan menyalurkan bantuan di beberapa titik terdampak. Salah satu lokasi utama penyaluran adalah SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, tempat sejumlah murid mengungsi.

Penyaluran dilakukan secara langsung untuk memastikan bantuan sampai kepada penerima yang membutuhkan. Tim juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pengelola pengungsian setempat.

Rincian jenis dan jumlah bantuan

Di SD Inpres Robo, tim memberikan goodie bag berisi makanan untuk anak-anak serta paket pendukung pembelajaran. Rinciannya:

  • 29 anak PAUD menerima goodie bag makanan
  • 229 murid SD menerima goodie bag
  • 116 murid SMP menerima goodie bag

Sebagai dukungan pembelajaran, Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid. Untuk tenaga pendidik, diberikan family kit yang berisi kebutuhan dasar keluarga.

Santunan untuk korban reruntuhan dan keluarga

Kemendikdasmen memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak reruntuhan bangunan akibat gempa di Kabupaten Manggarai. Detail yang disampaikan tim:

  • Satu guru SDK Ri'i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, menerima santunan Rp2 juta dan family kit.
  • Seorang murid kelas V SDK Ri'i menerima santunan Rp1 juta dan school kit.
  • Keluarga Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri'i yang meninggal, menerima santunan Rp5 juta dan bantuan sembako.

Respons pemerintah dan dukungan lokal

“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan dukungan. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini bentuk kepedulian dan komitmen untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga terdampak bencana,”

pernyataan tersebut disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam keterangan resmi. Pernyataan ini menegaskan fokus kementerian pada kebutuhan dasar dan upaya menjaga kelangsungan pembelajaran.

“Semoga kami selamat dan tidak terjadi tsunami,”

kata salah satu warga, yang dikutip Kasman dari Tim Direktorat Sekolah Dasar saat tiba di lokasi pada 19 Agustus 2026.

Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, MC, menyambut positif kehadiran bantuan. Ia menilai dukungan pemerintah memperkuat upaya pemulihan psikososial dan operasional sekolah di tengah kondisi sulit.

Harapan dan tindak lanjut

Tim Kemendikdasmen memastikan penyaluran bantuan berlanjut sesuai kebutuhan di beberapa lokasi terdampak. Dukungan difokuskan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak pascabencana.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait