Sejarah Hari Juang Polri: Jejak Perjuangan Sejak 1945
Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus untuk mengenang peran kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sejak 1945. Peringatan ini berakar pada pembacaan Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945 oleh Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin. Penetapan hari ini juga diresmikan melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/95/I/2024 yang ditandatangani pada 22 Januari 2024.
Asal-usul dan Proklamasi Polisi di Surabaya
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan baru mulai ditetapkan. Pada 19 Agustus 1945, keputusan menempatkan kepolisian di bawah kekuasaan pemerintah Indonesia diambil oleh PPKI. Di Surabaya, jajaran Polisi Istimewa merespons keputusan itu dengan mengadakan rapat pada 20 Agustus 1945.
Pada 21 Agustus 1945, Moehammad Jasin memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan Proklamasi Polisi. Proklamasi menyatakan kesetiaan polisi kepada Republik Indonesia dan kesiapan bergabung bersama rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.
Aksi, pelucutan senjata, dan dampak awal
Setelah pembacaan proklamasi, Polisi Istimewa menggelar pawai siaga dan menempel pamflet proklamasi di berbagai lokasi. Pasukan kemudian melucuti senjata tentara Jepang dan membagikannya kepada pejuang setempat sebagai dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan.
Gerakan serupa cepat menyebar ke berbagai wilayah. Polisi aktif terlibat dalam perlawanan terhadap kekuatan pendudukan dan upaya rekonstruksi keamanan di masa transisi.
- Konflik melawan Jepang pasca-kapitulasi;
- Konfrontasi dengan pasukan Sekutu yang hendak mengambil alih;
- Perlawanan terhadap Agresi Militer Belanda.
Penetapan resmi dan peringatan modern
Hari Juang Polri resmi ditetapkan lewat keputusan Kapolri pada 22 Januari 2024. Tanggal 21 Agustus dipilih karena berhubungan langsung dengan peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya. Peringatan pertama dilaksanakan pada 21 Agustus 2024 sebagai penghormatan terhadap jasa polisi saat awal kemerdekaan.
Perayaan bertujuan mengingatkan anggota Polri tentang nilai pengabdian kepada negara dan masyarakat. Kegiatan peringatan meliputi upacara, ziarah, dan program pembinaan internal untuk menegaskan komitmen profesionalisme.
Arti historis dan prospek
Jejak perjuangan polisi sejak 1945 menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kemerdekaan. Pengakuan formal melalui keputusan Kapolri memperkuat posisi hari ini sebagai momen refleksi dan penguatan identitas institusi. Ke depan, peringatan ini diharapkan menjaga ingatan kolektif sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik oleh Polri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...