Nasional

Muhaimin: Jepang Percaya Pekerja Indonesia, SDM Harus Siap Global

Bagikan:
Menko Muhaimin melepas calon pekerja migran di Cianjur, 4 Agustus 2026

Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan kepercayaan Jepang terhadap pekerja Indonesia harus disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pernyataan itu disampaikan saat memberi pembekalan dan melepas calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kepercayaan Jepang dan tuntutan kompetensi

Menurut Muhaimin, Jepang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar dan melihat kualitas pekerja Indonesia sebagai aset. Oleh karena itu, Indonesia wajib menyiapkan calon pekerja yang kompeten, terampil, dan siap beradaptasi secara budaya.

“Kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Kita harus memastikan setiap calon pekerja migran berangkat dengan kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa, serta kesiapan budaya yang baik,” ujar Muhaimin.

Dia menambahkan hubungan bilateral harus didasarkan pada saling membutuhkan serta perlindungan terhadap pekerja.

Program dan strategi penyiapan SDM

Pemerintah mempercepat transformasi penyiapan tenaga kerja melalui Program SMK Go Global, penguatan LPK, serta kolaborasi strategis lintas sektor. Tujuannya menyesuaikan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri internasional.

Program ini melibatkan pemerintah daerah dan dunia usaha untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Pembinaan meliputi pelatihan teknis, sertifikasi, dan pelatihan bahasa agar lulusan lebih siap bersaing.

Pembiayaan pelatihan dan keberangkatan

Muhaimin menyatakan pemerintah juga mengoordinasikan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon PMI yang telah memperoleh job order. Skema ini diharapkan membantu biaya pelatihan, sertifikasi, hingga ongkos keberangkatan.

“Pemerintah mengoordinasikan dukungan pembiayaan melalui KUR bagi calon pekerja migran yang telah memperoleh job order,” kata Menko PM.

Langkah ini dirancang agar proses keberangkatan menjadi lebih terencana dan tidak membebani calon pekerja atau keluarga.

Penguatan kerja sama Indonesia–Jepang

Muhaimin mengatakan pertemuannya dengan delegasi Jepang, termasuk Hiroshi Hiraguchi dan Kimi Onoda, memperkuat komitmen kedua negara. Kesepakatan menekankan mobilitas tenaga kerja yang aman, legal, dan terlindungi optimal.

Pemerintah Jepang memuji pekerja Indonesia yang dinilai disiplin, taat hukum, mudah beradaptasi, dan memiliki etos kerja tinggi. Pengakuan ini membuka peluang peningkatan alur penempatan formal dan terstandar.

Ke depan, keberlanjutan program dan sinergi antar-institusi menjadi kunci agar peluang kerja ke Jepang benar-benar memberi manfaat ekonomi dan perlindungan bagi pekerja Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait