IRT Diduga Jambret Kalung di Bandara Kualanamu, Berakhir Damai
Deliserdang — Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SJ (51) ditangkap petugas pengamanan Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) Selasa, 25 Agustus, setelah diduga mencabut kalung emas milik penumpang di area eskalator menuju gedung Railink. Korban memilih menyelesaikan kasus secara damai sehingga pelaku akhirnya dipulangkan dengan perjanjian penggantian kerugian.
Peristiwa di eskalator menuju Railink
Kejadian bermula ketika korban, Qween Gultom, bersama ibunya, Aristya Grace Novanda, datang ke bandara untuk mengantar anggota keluarga berangkat. Sesaat setelah mengantar, mereka berjalan melalui eskalator yang mengarah ke gedung Railink.
Di tengah perjalanan, SJ berpura-pura mendahului dan diduga menarik kalung emas di leher Qween. Korban merasakan sakit dan langsung menangis, lalu melapor ke ibunya. Ibu korban mengejar tersangka dan kemudian melapor ke petugas pengamanan bandara.
Penahanan dan barang bukti
Petugas keamanan segera mengamankan SJ dan menemukan kalung milik korban yang disembunyikan di dalam tas pelaku. Saat diperiksa, dalam tas pelaku ditemukan sejumlah barang dan uang tunai sebesar Rp675.000, sebuah kacamata, satu botol air mineral, dan dua lembar tisu.
Penyelesaian secara kekeluargaan
Setelah pemeriksaan, korban menyatakan tidak ingin melanjutkan laporan ke polisi dengan syarat tersangka mau meminta maaf dan mengganti kerugian karena beberapa kalung korban rusak. Tersangka menyetujui permintaan tersebut dan melakukan pembayaran penggantian serta meminta maaf kepada korban.
Keterangan petugas
Kepala Polsek Kawasan Bandara Kualanamu, Iptu Lamhot Silalahi, membenarkan adanya kejadian jambret di area bandara namun menegaskan perkara telah diselesaikan secara damai.
"Ya, ada kejadian tapi korban dan tersangka sudah damai," jelasnya.
Kasus ini menunjukkan respons cepat petugas keamanan bandara dalam menangani laporan. Meski penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan, peristiwa ini menimbulkan tanda tanya mengenai pengawasan keamanan di area publik yang kerap padat.
Ke depan, petugas bandara diharapkan meningkatkan patroli dan sosialisasi langkah antisipasi bagi penumpang untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polsek Aek Natas Bekuk Pengedar, Sita Sabu 1,95 Gram di Perkebunan
Unit Reskrim Polsek Aek Natas menangkap RS alias Gobang (33) di perkebunan sawit Labuhanbatu Utara dan menyi...
DPRD Batubara Sampaikan Perubahan Propemperda 2026
DPRD Batubara menyampaikan perubahan Propemperda 2026 pada 9 Oktober, mencakup penambahan satu Ranperda dan...
T. Haris Fadhillah Daftar Calon Ketua PWI Aceh 2026–2031
T. Haris Fadhillah mendaftar sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026–2031, mengusung penguatan SDM, transformasi k...
PUPR Banda Aceh Survei 6 Manhole Rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh
Dinas PUPR Banda Aceh temukan enam manhole rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh; dua sudah diperbaiki, sisanya...
Enam Siswa Dirawat, Kondisi Korban Keracunan MBG di Medan Membaik
RSU IPI Medan: enam siswa korban keracunan MBG dirawat, dua sudah pulang setelah kondisi membaik; empat masi...
Sumut Dapat 15.011 Unit Bedah Rumah 2026, Ribuan Belum Diverifikasi
Sumut mendapat 15.011 unit bedah rumah 2026, namun 5.943 unit belum didata; Pemprov diminta percepat koordin...