Warga Deliserdang Gotong Royong Timbun Jalan Rusak di Jalan Veteran
Deliserdang — Warga di Jalan Veteran, Pasar IX, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang membentuk wadah Semesta Merestui dan bergotong royong menimbun jalan berlubang pada Rabu (29/7). Aksi ini lahir karena frustrasi menunggu perbaikan infrastruktur yang tak kunjung dilakukan. Mereka menggalang dana swadaya untuk membeli material dan menambal jalan yang sering menyebabkan kecelakaan.
Inisiatif warga: dana swadaya dan kerja bakti
Menurut koordinator kelompok, Merry Chang, pembentukan wadah itu merupakan respons langsung terhadap kondisi jalan yang semakin parah. Lubang yang menutup genangan air saat hujan kerap memicu kecelakaan dan menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
"Kami sudah lelah menunggu dan mengeluh. Karena tidak ingin ada korban jiwa lagi akibat kecelakaan di jalan ini, akhirnya kami berinisiatif berhimpun lewat wadah Semesta Merestui, menggalang dana secara transparan dari warga dan para donatur, lalu bergotong royong membeli material untuk menimbun jalan yang rusak," ujar Merry Chang.
Warga menyumbang secara sukarela, kemudian bersama-sama menimbun titik-titik paling parah. Aksi ini bersifat sementara untuk mengurangi risiko hingga perbaikan permanen terlaksana.
Dukungan politik dan kunjungan lapangan
Aksi warga mendapat apresiasi dari Hasyim, SE, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Ia meninjau lokasi didampingi Bendahara DPC, Ust. Fuad Akbar, M.Sos.
"Apresiasi setinggi-tingginya kita berikan kepada warga yang tergabung dalam wadah Semesta Merestui. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang luar biasa. Gotong royong membuktikan bahwa semangat kebersamaan warga masih sangat kuat di tengah keterbatasan penanganan infrastruktur," kata Hasyim.
Hasyim memuji kekompakan warga, tetapi menegaskan bahwa penimbunan swadaya hanya solusi sementara. Ia mendesak pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan permanen.
Tuntutan perbaikan permanen kepada Pemprovsu
Hasyim menyoroti tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia meminta alokasi anggaran dan penurunan alat berat untuk perbaikan total Jalan Veteran Pasar IX.
"Gotong royong warga ini harus menjadi alarm pengingat bagi pemerintah, khususnya Pemprovsu. Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian dan keselamatan masyarakat," tegas Hasyim.
Dampak lokal dan harapan warga
Salah seorang warga, Indah, menyatakan perbaikan swadaya memudahkan aktivitas sehari-hari. Sebelumnya banyak pengendara, termasuk ibu-ibu, sering terpeleset karena kondisi jalan.
"Jalannya parah sekali, Bu. Banyak pengendara sepeda motor, terutama ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, sering terpeleset dan jatuh di sini. Kami sangat berterima kasih kepada Semesta Merestui dan para tetangga yang bergotong royong," ungkap Indah.
Merry dan Hasyim sepakat aksi warga perlu diikuti langkah perbaikan permanen oleh pemerintah. Mereka berkomitmen mengawal aspirasi agar instansi terkait segera memberi perhatian dan solusi jangka panjang bagi Jalan Veteran.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...