IHSG Naik 20,27 Poin, Stimulus Rp31 T Dukung Prospek Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 5 Oktober 2026. IHSG tercatat di level 6.139,13, naik 20,27 poin (0,33%) dari penutupan sebelumnya di 6.118,86.
Pergerakan IHSG dan proyeksi teknikal
Penguatan awal mengikuti penutupan hari sebelumnya yang sudah mencatat kenaikan sebesar 1,36 persen. Sentimen positif pasar didorong kombinasi faktor teknikal dan kebijakan fiskal yang baru diumumkan pemerintah.
"IHSG ditutup di atas level MA5. Sehingga diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150-6.200," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 6 Oktober 2026.
Analisis teknikal tersebut menunjukkan kemungkinan uji resistensi di kisaran 6.150–6.200, selama sentimen makro tidak berubah drastis.
Stimulus Rp31 triliun: isi dan alokasi
Pemerintah mengalokasikan Rp31 triliun pada triwulan IV 2026 sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli dan mendukung dunia usaha. Rincian alokasi mencakup beberapa program utama:
- Pembukaan rekening bagi warga berusia di atas 17 tahun (sasar desil 1–4) dengan anggaran Rp1,28 triliun.
- Bantuan pangan beras sebanyak 10 kg dengan anggaran Rp17,5 triliun.
- Bantuan subsidi upah dengan alokasi Rp12 triliun.
Selain tiga stimulus tersebut, pemerintah juga menyiapkan program berkelanjutan untuk 2027 sebagai bagian dari paket dukungan sosial dan ketenagakerjaan.
Program lanjutan dan insentif fiskal
- Program magang untuk 150.000 peserta dan pelatihan vokasi untuk 300.000 orang pada 2027.
- Perluasan pengurangan PPh Pasal 21 untuk pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan, mencakup sekitar 7,5 juta pekerja di seluruh sektor.
- Perpanjangan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 untuk sektor perumahan: PPN DTP berlaku penuh untuk rumah hingga Rp2 miliar dan untuk bagian harga hingga Rp2 miliar pada rumah berharga maksimal Rp5 miliar.
- KPR bersubsidi dengan suku bunga 6% untuk pembeli berpenghasilan sekitar Rp17 juta per bulan, ditujukan bagi rumah maksimal Rp500 juta.
Rangkaian kebijakan ini dimaksudkan menjaga konsumsi rumah tangga, memperluas kesempatan kerja, dan menopang pemulihan ekonomi. Pasar saham merespons langkah tersebut dengan optimisme sementara, namun pergerakan selanjutnya akan bergantung pada data makro dan sentimen global.
Outlook: Jika sentimen domestik dan eksternal tetap stabil, IHSG berpotensi menguji level resistance yang disebutkan analis. Investor disarankan memantau realisasi implementasi stimulus dan data ekonomi mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
BPK Rangkum 762 Laporan Pemeriksaan pada IHPS I 2026
BPK merangkum 762 LHP dalam IHPS I 2026; mayoritas mendapat opini WTP, Isma Yatun dorong tindak lanjut rekom...
Australia-Indonesia Perkuat Riset Material Berkelanjutan dan Manufaktur
Forum 24–25 Sept 2026 di Jakarta satukan peneliti Australia-Indonesia untuk kembangkan material daur ulang d...
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.570.000 per Gram
Emas Antam turun Rp10.000 per gram pada 6 Oktober 2026, harga 1 gram kini Rp2.570.000; simak daftar harga pe...
Commuter Line Layani 271,48 Juta Penumpang hingga Triwulan III 2026
KAI Commuter melayani 271,48 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek hingga triwulan III 2026, naik 6,25% da...
KAI Selesaikan Perawatan 7 Trainset KRL Bogor Line Lebih Cepat
KAI menyelesaikan perawatan tujuh trainset KRL iE305 lebih awal; seluruh rangkaian kembali melayani Bogor Li...
KAI Genjot Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru hingga 2026
KAI melanjutkan konstruksi integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru hingga 31 Desember 2026, sambil memasan...