Lokal

Sofyan Tan di STM Hulu: Labu Syukur dan 205 Penerima Beasiswa

Bagikan:
Warga STM Hulu mengarak labu sebagai simbol syukur saat menyambut dr. Sofyan Tan

STM HULU, — Anggota Komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan kembali mengunjungi Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (29/7). Kedatangan itu disambut meriah oleh warga, terutama ibu-ibu yang mengarak nujung (labu dijunjung) sebagai simbol syukur dan menyerahkan hasil kebun kepada legislator tersebut. Kunjungan ini menegaskan komitmen Sofyan dalam program pendidikan dan bantuan bagi keluarga kurang mampu.

Tradisi labu sebagai ungkapan syukur

Sejumlah perempuan Karo berbaris sambil menari kecil dan menjunjung satu labu di atas kepala. Mereka tersenyum sambil menunggu giliran bersalaman dan berfoto bersama dr. Sofyan Tan. Menurut salah satu warga, Serasi beru Barus, satu labu cukup karena bijinya dapat menghasilkan banyak tanaman baru.

"Ini ungkapan syukur saja, terimakasih ke Pak Sofyan Tan karena sudah bantu anak saya sekolah,"

Warga lain membawa berbagai hasil kebun sebagai tanda terima kasih, antara lain:

  • terong
  • seikat kacang panjang
  • setandan pisang
  • segandeng kelapa
  • salak, durian, serta sayur dan buah lainnya

Awal hubungan dan julukan "Pejuang Pendidikan"

Sofyan bercerita kunjungannya berawal dari rasa penasaran. Pada Pemilu 2014 ia mendapat 84 suara di kecamatan yang belum pernah dikunjungi. Rasa ingin tahu membawanya ke sana, tempat dia bertemu Megawati Barus, guru SMA Swasta Bina Bangsa Tiga Juhar. Pertemuan itu memicu program pendidikan yang dijalankan melalui jalur aspirasi.

"Saya heran, siapa 84 orang ini yang memilih saya?"

Sebuah spanduk sederhana bertuliskan "Selamat Datang Pejuang Pendidikan" menandai awal julukan yang melekat hingga kini. Dari sana muncul tekad meningkatkan akses pendidikan hingga menghasilkan lebih banyak sarjana dari STM Hulu.

Dampak program: beasiswa dan revitalisasi sekolah

Program Sofyan berkembang dari membantu dua anak menjadi program yang menjangkau ratusan pelajar. Saat ini tercatat 205 mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah, beberapa di antaranya telah lulus dan menjadi sarjana. Sofyan menyebut pendidikan sebagai jalan memutus mata rantai kemiskinan.

Selain beasiswa, terdapat dukungan infrastruktur. Melalui jalur aspirasi, SMP Negeri 1 STM Hulu memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp3,4 miliar, sementara SMA Swasta Bina Bangsa Tiga Juhar mendapat bantuan lebih dari Rp800 juta.

Pesan dan perspektif ke depan

Sofyan menegaskan pengabdiannya tidak diukur dari suara. Perolehan suara meningkat dari 84 pada 2014 menjadi sekitar 400 pada 2019, lalu menjadi 2.045 suara pada 2024, namun tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat, bukan angka politik. Ia kerap mendatangi wilayah dengan perolehan suara rendah karena dianggap lebih membutuhkan.

"Ibu-ibu di STM Hulu ini susah juga mendapatkan cintanya. Saya butuh sepuluh tahun sampai akhirnya mereka jatuh cinta kepada saya,"

Menutup pertemuan, Sofyan memberi dua pesan kepada orang tua: dorong anak belajar sungguh-sungguh, dan bila telah sukses, bantu orang lain tanpa memandang suku, agama, atau ras.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait