NTT DATA Tambah 12MW, Luncurkan Data Center JKT2A di Jakarta
Jakarta. NTT DATA resmi menambah kapasitas pusat data sebesar 12 megawatt (MW) lewat peluncuran Jakarta 2 Annex (JKT2A) pada hari Selasa. Fasilitas baru ini berlokasi di kompleks NTT Global Data Centers Jakarta dan ditujukan untuk memenuhi meningkatnya permintaan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital.
Layanan baru dan teknologi
JKT2A dilengkapi dengan sistem pendingin canggih, infrastruktur daya terintegrasi, serta konektivitas carrier-neutral. Perusahaan juga memperkenalkan layanan konektivitas baru bernama APN Connect, berbasis teknologi All-Photonics Network (APN) dan Innovative Optical and Wireless Network (IOWN).
Konektivitas antar lokasi dan manfaatnya
JKT2A memperluas kampus JKT2 yang sudah ada dan menawarkan interkoneksi langsung antara kedua fasilitas. JKT2 saat ini menjadi titik konsentrasi lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, Jakarta Internet Exchange (JKT-IX), penyedia cloud besar, serta sambungan ke sistem kabel laut strategis.
Menurut perusahaan, koneksi berkapasitas tinggi dan latensi rendah antara JKT2/JKT2A dan JKT3 — yang berjarak sekitar 35 kilometer — memungkinkan sinkronisasi data real-time. Manfaatnya termasuk dukungan untuk pemulihan bencana, replikasi data, dan operasi multi-site.
Spesifikasi teknis
JKT2A dibangun untuk beban komputasi intensif dan hiperskala dengan desain yang menekankan redundansi dan keamanan fisik. Rancangan fasilitas memenuhi standar Tier III.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Kapasitas | 12 MW |
| Daya | Dua gardu listrik, UPS 2N, dan generator cadangan dengan redundansi N+1 |
| Pendinginan | Chiller pendingin udara N+1 dan CRAH N+2 |
| Sertifikasi dan konektivitas | Desain Tier III, carrier-neutral, multi-layered security 24/7 |
Pernyataan perusahaan
"By expanding capacity and connecting our facilities through APN Connect, we are building a more integrated and resilient data center platform,"
— Yasuhiro Kajiki, Managing Director untuk Jepang dan Asia-Pasifik di NTT Global Data Centers, menyatakan hal ini dalam keterangan tertulis.
Doug Adams, President dan CEO NTT Global Data Centers, menambahkan bahwa permintaan infrastruktur digital di Indonesia kuat seiring berkembangnya ekonomi digital Asia Tenggara, dan JKT2A serta APN Connect memperkuat kemampuan perusahaan memasok kapasitas serta konektivitas untuk cloud, AI, dan transformasi digital.
Dampak dan prospek
Dengan tambahan kapasitas ini, NTT DATA memperkuat platform pusat datanya di kawasan Asia-Pasifik. JKT2A diposisikan untuk mendukung kebutuhan perusahaan skala besar dan penyedia layanan cloud yang memerlukan kapasitas tinggi dan konektivitas andal.
Ke depan, integrasi JKT2A ke jaringan global NTT diharapkan mempercepat adopsi layanan digital dan memperkuat ketahanan infrastruktur data di Indonesia.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
ITSEC Asia Gandeng SGCI Bawa Keamanan Siber ke Pantai Gading
ITSEC Asia menggandeng SGCI menyediakan layanan keamanan siber berkelanjutan bagi institusi publik dan infra...
Bali Tech Week 2026 Targetkan 5.000 Peserta untuk Tarik Investasi Digital
Bali Tech Week 2026 digelar 19–23 Okt di Sanur, Bali, menargetkan 5.000 peserta dari 37 negara untuk menarik...
Perusahaan RI Risau Kehilangan Manfaat AI jika Hanya Jalankan Pilot
Perusahaan Indonesia berisiko kehilangan manfaat produktivitas AI jika hanya menjalankan pilot; butuh pelati...
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...