Warga Pertanyakan Kualitas Jalan PSU di Belakang Kantor Camat Sitinjo
SIDIKALANG — Pembangunan jalan dalam program Penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) di belakang Kantor Camat Sitinjo, Kabupaten Dairi, menuai protes warga karena diduga perencanaan dan kualitasnya tidak matang.
Proyek, anggaran, dan pelaksana
Plang proyek menyebut pembangunan jalan bernilai Rp199.135.000, bersumber dari APBD Kabupaten Dairi (TKD) Tahun 2026. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung Agustus—November 2026 dan dilaksanakan oleh CV Revano.
Keluhan warga setempat
Warga yang mengaku bermarga Siburian menyatakan lokasi pembangunan berada di tengah lahan jagung di belakang kantor camat. Menurutnya, jalan menuju ujung buntu itu sebelumnya adalah ladang, bukan area padat penduduk.
Warga juga meragukan struktur jalan yang hanya menggunakan lapisan base tipis tanpa perkerasan batu padas. Mereka khawatir ketahanan jalan akan terganggu ketika dilalui kendaraan berat.
"Jika jalan baru dibuka tapi tidak menggunakan perkerasan menggunakan batu padas, mana mungkin tahan. Sedangkan sebelumnya jalan yang dibangun itu adalah bekas tanaman jagung. Apalagi nanti setelah dilalui kendaraan roda empat pasti batunya akan terbenam,"
Keterangan PPK PUTR Dairi
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Dairi, David Pasaribu, menjelaskan proyek tersebut merupakan kegiatan PSU di perumahan.
David mengatakan pekerjaan memang tidak memakai batu padas, melainkan hanya lapisan base. Namun sebelum pemasangan base, tanah telah dipadatkan dengan alat berat.
Menurut David, proses dan ketebalan base mengikuti analisa perencanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Dampak dan kekhawatiran
Warga khawatir jalan yang dibangun di bekas lahan pertanian tidak memiliki ketahanan jangka panjang. Tanpa perkerasan yang memadai, lapisan base berisiko amblas ketika beban kendaraan meningkat.
Selain itu, lokasi yang berujung buntu dinilai kurang strategis bila tujuan awal program PSU adalah menata infrastruktur perumahan yang melayani banyak pengguna.
Arah selanjutnya
Jika keluhan warga berlanjut, langkah selanjutnya adalah verifikasi lapangan oleh instansi terkait untuk memastikan ketebalan base dan metode pemadatan sesuai standar. Pengawasan teknis juga diperlukan agar anggaran publik menghasilkan infrastruktur yang tahan lama.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pasar Tani Banda Aceh Digelar 27–28 Oktober di Taman Bustanul Salatin
Pasar Tani Banda Aceh digelar 27–28 Okt di Taman Bustanul Salatin, menyediakan bahan pangan lokal langsung d...
Hujan Deras, 11 Desa di Nagan Raya Terendam Banjir
Hujan deras membuat 11 desa di dua kecamatan Nagan Raya terendam banjir; warga menyelamatkan barang dan BPBD...
Operasi Patuh Toba 2026: Polres Sibolga Tertibkan Pelanggar Lalu Lintas
Polres Sibolga menggelar Operasi Patuh Toba 2026 (26 Okt–8 Nov) untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan me...
Bupati Sergai: Peta Proses Bisnis Harus Jadi Pedoman Kerja
Bupati Sergai minta peta proses bisnis jadi pedoman kerja untuk mempercepat birokrasi, selaras dengan RPJMD...
Ibadah Rutin ASN di Sibolga Perkuat Disiplin dan Integritas
Pemko Sibolga menggelar salat Zuhur berjamaah dan tausiah bagi ASN pada 26/10/2026 untuk memperkuat karakter...
Pojok PBB Goes to Kecamatan: Layanan PBB di 21 Kecamatan Medan
Bapenda Medan menggelar Pojok PBB Goes to Kecamatan di 21 kecamatan (26 Okt–12 Des 2026) untuk memudahkan pe...