Penanganan Jalan Provinsi Padang Lawas Mendesak
Padanglawas — Kondisi jalan provinsi di Kabupaten Padanglawas dinilai memprihatinkan dan butuh penanganan segera oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar menyampaikan hal itu saat memberikan keterangan, Selasa (28/7). Ia menekankan perbaikan penting karena ruas-ruas tersebut menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian lokal.
Kondisi jalan dan dampaknya
Panjang jalan provinsi di wilayah Kabupaten Padanglawas mencapai 161,42 kilometer. Banyak segmen mengalami berlubang dan kerusakan permukaan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Abdul Rahim memperingatkan bahwa kondisi ini menghambat distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
Sumber pengamatan menyebut sebagian besar ruas sudah dibangun secara bertahap beberapa tahun terakhir. Namun saat ini diperkirakan sekitar 20-30 persen dari tiap ruas masih memerlukan penanganan lebih lanjut melalui pemeliharaan berkala atau peningkatan kualitas.
Ruas prioritas
Beberapa titik rusak mendapat perhatian khusus karena perannya yang strategis. Titik-titik tersebut antara lain:
- Sosopan
- Sibuhuan - Batas Riau
- Sibuhuan - Batas Padang Lawas Utara
Ketiga ruas tersebut menjadi jalur utama mobilitas warga dan arus barang antarwilayah, sehingga percepatan penanganan dianggap prioritas.
Upaya anggaran dan rencana penanganan
Sebagai anggota DPRD Sumut dan anggota Badan Anggaran, Abdul Rahim menyatakan kesiapannya memperjuangkan alokasi dana pada Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2026. Tujuannya adalah menganggarkan pemeliharaan untuk ruas-ruas yang saat ini mengalami kerusakan.
Selain itu, ia akan mendorong agar kebutuhan pendanaan yang belum tertangani diakomodasi dalam APBD Tahun 2027. Dengan perencanaan matang dan dukungan anggaran memadai, diharapkan perbaikan dapat dilakukan bertahap sehingga akses transportasi menjadi lebih aman dan nyaman.
Usulan peningkatan status jalan
Untuk jangka panjang, Abdul Rahim juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Pusat melakukan kajian peningkatan status beberapa ruas strategis menjadi jalan nasional. Pengalihan status ini diharapkan meningkatkan kapasitas pendanaan dan mempercepat pembangunan sehingga manfaatnya terasa lebih luas bagi masyarakat Padang Lawas dan kawasan sekitarnya.
Penutup
Penanganan cepat dan terencana diperlukan untuk mencegah kerusakan meluas dan biaya perbaikan yang lebih besar di masa mendatang. Dukungan anggaran dan prioritas program menjadi kunci agar jaringan jalan provinsi di Padanglawas kembali berfungsi optimal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...