Lokal

19 Sekolah di Padanglawas Terima Dana Revitalisasi Rp10,36 Miliar

Bagikan:
Gedung sekolah di Kabupaten Padanglawas yang akan menerima revitalisasi fasilitas

Padanglawas — Sebanyak 19 satuan pendidikan di Kabupaten Padanglawas menerima dana revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muliadi Hasibuan, menyampaikan informasi itu pada Senin (27/7).

Rincian penerima dan alokasi dana

Jumlah satuan pendidikan yang mendapat program ini terdiri dari berbagai jenjang. Pada tahap ini terdapat SD, SMP, TK/PAUD, serta satu unit PKBM yang terdaftar menerima bantuan.

Jenis Satuan Pendidikan Jumlah Unit Alokasi Dana (Rp)
TK/PAUD dan PKBM 9 3.569.608.000
Sekolah Dasar (SD) 2 2.146.981.000
Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8 4.648.553.000
Total 19 10.365.142.000

Tujuan program

Muliadi menjelaskan program revitalisasi bertujuan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang rusak. Perbaikan ditujukan agar lingkungan belajar menjadi aman dan nyaman bagi pelajar.

Selain aspek keselamatan, program ini juga dimaksudkan untuk mendorong pemerataan akses pendidikan bermutu di seluruh daerah.

Mekanisme pelaksanaan

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola dan berbasis data digital. Menurut Muliadi, pelaksanaan juga melibatkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dia mengingatkan semua sekolah penerima agar melaksanakan kegiatan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prospek tahap berikutnya

Pihak dinas menyatakan kemungkinan adanya penambahan sekolah penerima pada tahap kedua. Sekolah yang belum menerima dapat memantau perkembangan program dan persyaratan administrasi yang diperlukan.

Dengan alokasi Rp10,36 miliar ini, pemerintah daerah berharap perbaikan fasilitas akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Padanglawas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait