Warga Magetan Desak Perbaikan Irigasi, Talud, dan Pavingisasi
Magetan — Sejumlah warga Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengemukakan keluhan soal infrastruktur pada reses DPRD di Desa Blaran, Kamis (15/10/2026). Mereka meminta perbaikan mendesak pada saluran irigasi, talud jalan usaha tani, drainase, dan pavingisasi karena berdampak langsung pada aktivitas pertanian dan keselamatan warga.
Keluhan utama warga: irigasi dan akses jalan
Pertemuan reses yang dipimpin Hj. Rita Haryati itu dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda, dan pengurus organisasi lokal. Aspirasi yang paling sering disuarakan adalah perbaikan saluran irigasi yang rusak parah.
"Saluran air irigasi sudah rusak total dan kalau bisa dibenahi segera,"
Warga menjelaskan kerusakan irigasi mengganggu musim tanam dan menurunkan produktivitas hasil pertanian. Selain itu, akses jalan lingkungan yang rusak menyulitkan mobilisasi hasil panen dan layanan darurat.
Usulan rinci warga
Selain perbaikan irigasi, warga menyampaikan beberapa usulan terukur untuk meningkatkan layanan publik dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
- Pengadaan Mobil Siaga untuk Desa Blaran dan Desa Bangunasri sebagai kendaraan darurat masyarakat.
- Sarana Keagamaan berupa bantuan alat hadroh untuk mendukung aktivitas majelis taklim setempat.
Warga juga mengusulkan pembangunan talud di jalan usaha tani dan perbaikan drainase untuk mencegah longsor dan genangan air.
Tanggapan DPRD dan penentuan prioritas
Hj. Rita Haryati, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, mencatat seluruh keluhan dan janji menindaklanjutinya secara resmi. Ia mengakui banyaknya usulan, namun menyatakan ada keterbatasan anggaran daerah.
"Karena itu, tidak seluruh aspirasi yang disampaikan melalui reses dapat langsung direalisasikan,"
Rita menegaskan usulan akan direkap dan diajukan melalui mekanisme DPRD. Selanjutnya, usulan tersebut akan dibahas di tingkat fraksi untuk menentukan skala prioritas berdasarkan urgensi dan ketersediaan anggaran.
Langkah selanjutnya dan harapan warga
Guna menindaklanjuti, seluruh usulan akan dikumpulkan menjadi laporan resmi DPRD Kabupaten Magetan. Proses selanjutnya melibatkan pembahasan anggaran di tingkat fraksi dan perencanaan teknis pelaksanaan jika mendapat persetujuan anggaran.
Warga berharap aspirasi yang berkaitan dengan hajat hidup petani dan keselamatan publik mendapat prioritas. Masyarakat juga meminta transparansi jadwal pengerjaan agar dampak perbaikan terasa cepat dan terukur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Malang Siapkan Pendidikan Kesetaraan APBD untuk 14.565 ATS 2027
Bupati Malang HM Sanusi siapkan intervensi pendidikan kesetaraan dibiayai APBD untuk 14.565 anak tidak sekol...
Komisi VIII: Investigasi Transparan Kasus Kekerasan Seksual di Unpas
Ina Ammania mendesak investigasi transparan atas dugaan kekerasan seksual 13 mahasiswi Unpas dan perlindunga...
Pasar Ngadiluwih Siap Buka 24 Jam, Peresmian Target November
Pasar Ngadiluwih di Kediri hampir rampung dan akan beroperasi 24 jam; peresmian ditargetkan November dengan...
CMC Tiga Warna Didorong Jadi Pusat Perdagangan Karbon Komunitas
Andreas Eddy ajak OJK dan BEI kembangkan perdagangan karbon berbasis komunitas di CMC Tiga Warna untuk manfa...
DPRD Ngawi Sidak Venue POPDA XV Jatim 2026, Banyak Fasilitas Perlu Perbaikan
Komisi III DPRD Ngawi sidak beberapa venue POPDA XV Jatim 2026 dan menemukan beragam kekurangan fasilitas; s...
Penguatan UMKM dan Koperasi di Tuban: Jalan untuk Ekonomi Kerakyatan
Sosialisasi strategi penguatan UMKM dan koperasi di Tuban digagas anggota DPRD Jatim untuk memadukan usaha m...