Nasional

Indo Livestock 2026 Hadirkan Paviliun Ekspor dan 30 Negara

Bagikan:
Suasana pameran peternakan Indo Livestock dengan paviliun dan pengunjung

Indo Livestock Forum & Expo 2026 akan digelar pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang. Pameran ini menampilkan Paviliun Ekspor untuk memperluas akses pasar produk peternakan nasional ke mancanegara dan mengumpulkan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta investor dalam satu forum.

Paviliun Ekspor: membuka akses pasar

Kementerian Pertanian memanfaatkan ajang untuk mempercepat penetrasi ekspor produk peternakan. Melalui Paviliun Ekspor, pelaku usaha difasilitasi menjajaki peluang perdagangan internasional dan menjalin komunikasi dengan calon mitra dagang.

"Kami akan memfasilitasi pelaku usaha peternakan yang ingin mengembangkan produknya ke pasar internasional. Paviliun ekspor ini juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan calon mitra dagang,"

- Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Menurut Agung, kondisi surplus pada komoditas seperti ayam dan telur menjadi modal penting untuk membuka pasar baru dan menambah nilai tambah sektor peternakan.

Peserta internasional dan pavilun negara

Penyelenggara mencatat partisipasi dari 30 negara dan menargetkan sekitar 600 peserta pameran. Tujuh paviliun negara akan hadir khusus, membuka peluang kerja sama dan ekspor.

  • Paviliun negara: China, Eropa, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, dan Indonesia
  • Jenis peserta: peternak, pelaku usaha unggas dan ruminansia, industri besar dan UMKM, akademisi, pemerintah pusat dan daerah

"Indo Livestock bukan sekadar pameran. Kegiatan ini merupakan upaya diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya subsektor peternakan, di hadapan dunia internasional,"

- Agung Suganda

Fokus teknologi dan hilirisasi

Salah satu prioritas adalah percepatan adopsi teknologi modern. Perusahaan dan mitra internasional akan menampilkan solusi untuk efisiensi usaha, termasuk penerapan IoT dalam pembibitan, budidaya, dan pengolahan hasil peternakan.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mempercepat transfer teknologi. Industri peternakan nasional semakin modern, efisien, dan berdaya saing global,"

- Agung Suganda

Agenda baru dan target pengunjung

Indo Livestock 2026 memperkenalkan beberapa agenda baru untuk menarik pengunjung dan investor. Salah satunya adalah Indo Livestock Grand Championship, serangkaian kompetisi peternakan yang dipindah ke dalam area pameran. Setiap hari juga akan ada sesi live cooking menampilkan olahan berbahan dasar produk peternakan dan seafood.

"Ini menjadi inovasi baru karena kegiatan yang biasanya dilakukan di luar ruangan akan kami hadirkan di dalam area pameran sehingga dapat dinikmati lebih banyak pengunjung,"

- Lisa Rusli, Project Director Napindo

Panitia menargetkan sekitar 20.000 pengunjung selama tiga hari, naik dari lebih 18.000 pengunjung tahun sebelumnya.

Dukungan lintas sektor dan prospek

Acara ini didukung oleh sekitar 50 institusi, termasuk tujuh kementerian, 36 asosiasi, dan lima perguruan tinggi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan memperkuat daya saing industri peternakan dan membuka peluang pasar baru di tingkat global.

Dengan kombinasi promosi ekspor, adopsi teknologi, dan agenda yang menarik investor, penyelenggaraan ini diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi nasional subsektor peternakan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait