Akbar Tandjung: Politik Panggilan Jiwa, Pemimpin Harus Membumi
Akbar Tandjung menegaskan politik bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Pernyataan itu disampaikan pada Reuni Aktivis di ADK Show, Auditorium SLN RRI, Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026. Karena kondisi kesehatan, pesannya dibacakan oleh istrinya, Krisnina Maharani (Nina Tandjung).
Pesan utama: politik sebagai ujian dan panggilan
Akbar mengingatkan bahwa jabatan, popularitas, dan kehormatan bukan hanya penghargaan. Menurutnya, ketiganya juga merupakan ujian bagi setiap pemimpin. Oleh karenanya, pemegang amanah wajib menjaga integritas dan komitmen kepada masyarakat.
"Kehormatan, ketenaran, juga adalah bagian dari cobaan. Karena itu selalu membumi dan ingat pada janji-janji yang menunggu untuk diwujudkan,"
Demokrasi: ruang kritik yang tertib
Selain soal kepemimpinan, Akbar menekankan pentingnya kritik dalam sistem demokrasi. Namun ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus dibarengi keteraturan agar tidak berujung pada kekacauan.
"Hakikat demokrasi juga sebetulnya keteraturan. Kalau demokrasi tidak diatur, bisa menjadi kacau,"
Dengan demikian, kritik harus menjadi energi konstruktif yang memperbaiki kehidupan berbangsa, bukan alasan menimbulkan ketidakstabilan.
Pesan untuk Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Dalam kesempatan yang sama, Akbar memberi pesan khusus kepada Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Ia menyampaikan kebanggaan atas perjalanan politik Doli yang kini menjabat anggota DPR untuk periode kedua pada usia 55 tahun.
"Hari ini Ananda Doli berusia 55 tahun. Ananda Doli sudah menduduki suatu karier politik yang amat terhormat, yaitu sebagai anggota DPR RI sampai periode yang kedua ini,"
Akbar kemudian mendoakan agar Doli tetap menjaga integritas dan istiqamah menjalankan amanah politik.
"Doli, baik-baik kau ya,"
Tentang ADK Show dan suasana acara
ADK Show atau Arena Demokrasi dan Kritik digambarkan sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan secara jujur namun dalam semangat persahabatan. Acara ini menegaskan bahwa kritik yang bertanggung jawab adalah bagian penting dalam pembangunan demokrasi.
Pesan Akbar menempatkan tanggung jawab moral pemimpin di garis depan. Ia mengajak agar para politisi tidak melupakan janji kepada publik dan tetap membumikan langkah politik mereka demi kepentingan bersama.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bapanas dan BP Batam Integrasikan Perizinan Pangan Segar
Bapanas dan BP Batam menandatangani integrasi perizinan pangan segar pada 24 Juli 2026 untuk percepat layana...
Bapanas Pastikan Stok Beras Premium Aman, Bulog 5,2 Juta Ton
Bapanas pastikan pasokan beras premium aman; Bulog pegang 5,2 juta ton dan pemerintah awasi distribusi untuk...
Kementerian PU Genjot Rekonstruksi 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra
Kementerian PU mempercepat rekonstruksi permanen 47 jembatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah akses darura...
Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan Inovasi Kesejahteraan Sosial
Mensos Saifullah Yusuf minta DNIKS perkuat data dan inovasi pada HUT ke-59 untuk percepat pencapaian SDGs da...
DPR Kecam Pengeroyokan di Bali: Jangan Main Hakim Sendiri
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati kecam pengeroyokan di Tabanan yang menewaskan pria; minta kasus diselesaikan le...
Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Mitigasi Kekeringan 2026
Kementan menyiapkan 56 ribu pompa air di 2026 untuk mitigasi kekeringan dan menjaga pasokan air di lahan saw...