Lokal

Inalum Naik Peringkat jadi idAA/Stable oleh Pefindo

Bagikan:
Fasilitas produksi Inalum dan logo perusahaan menunjukkan peningkatan peringkat

KUALATANJUNG — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mendapat kenaikan peringkat korporasi menjadi idAA/Stable dari sebelumnya idAA-/Stable berdasarkan penilaian PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Pengumuman ini disampaikan melalui siaran pers yang diterima Rabu (2/9).

Kenaikan peringkat dan maknanya

Peningkatan satu tingkat terjadi di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar. Pefindo menilai penguatan fundamental bisnis dan ketahanan profil keuangan Inalum sebagai alasan utama kenaikan peringkat tersebut.

Manajemen menilai kenaikan ini memperkuat kredibilitas perusahaan di mata pemangku kepentingan dan institusi keuangan, serta memperbesar akses pendanaan untuk mendukung agenda ekspansi.

Pernyataan direksi

"Peningkatan peringkat ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi Inalum untuk terus menjaga fundamental bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan. Di tengah agenda ekspansi perusahaan yang semakin besar, kami akan tetap mengedepankan disiplin investasi, memperkuat tata kelola, serta struktur pendanaan yang prudent. Kami ingin memastikan setiap langkah ekspansi perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing Inalum, tetapi menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kemandirian industri aluminium nasional,"

Kutipan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, dalam siaran pers perusahaan.

Posisi pasar dan proyek strategis

Inalum menegaskan perannya sebagai bagian dari Grup MIND ID dalam mengembangkan rantai nilai bauksit hingga aluminium. Perusahaan kini menjadi satu-satunya produsen green aluminium primer di Indonesia.

Beberapa proyek utama yang mendukung posisi strategis Inalum antara lain:

  • Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I dan II
  • Smelter Aluminium II

Proyek-proyek ini diharapkan memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional dan meningkatkan integrasi hulu-hilir industri aluminium.

Efisiensi biaya dan keunggulan operasional

Inalum menonjolkan efisiensi operasional dan keunggulan biaya. Perusahaan mengklaim cash cost berada pada kuartil pertama dalam kurva biaya global. Hal ini didukung basis pelanggan yang terdiversifikasi serta pasokan energi dari pembangkit listrik tenaga air.

Pendanaan dan rencana 2026–2029

Sejalan dengan pengembangan proyek strategis, kebutuhan pendanaan Inalum diproyeksikan meningkat pada periode 2026–2029. Perusahaan berencana mengelola kebutuhan tersebut melalui strategi pendanaan yang terukur dan terdiversifikasi.

Fokus manajemen adalah menjaga struktur permodalan, likuiditas, dan kemampuan menghasilkan arus kas sehat agar ekspansi tetap berkelanjutan.

Prospek dan komitmen

Peningkatan peringkat dianggap bukan sekadar indikator kondisi saat ini, melainkan fondasi untuk mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang. Inalum menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara ekspansi, disiplin finansial, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan.

Dengan penguatan fundamental dan penyelesaian proyek strategis, perusahaan berharap meningkatkan kapasitas dan daya saing industri aluminium nasional serta memperkuat kontribusi terhadap hilirisasi sumber daya mineral di dalam negeri.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait