Ekonomi

Industri ILMATE Perluas Kerja Sama Eurasia lewat INNOPROM 2026

Bagikan:
Delegasi industri ILMATE Indonesia di INNOPROM 2026 Ekaterinburg Rusia

Indonesia mengirim 16 pelaku industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) ke pameran INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Langkah ini dilakukan pada Juli 2026 untuk memanfaatkan peluang kerja sama industri di kawasan Eurasia. Kementerian Perindustrian menilai partisipasi tersebut bertujuan memperluas akses pasar, menjajaki kolaborasi produksi, dan memperkuat rantai pasok.

Partisipasi dan representasi

Keikutsertaan delegasi Indonesia di INNOPROM menunjukkan upaya aktif mendekatkan produsen lokal dengan mitra internasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan tujuan kehadiran tidak sekadar promosi produk unggulan, tetapi juga mencari kerja sama industri yang konkret.

"Melalui partisipasi tersebut, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan, tetapi juga membidik kerja sama industri yang lebih konkret. Kerja sama melalui perluasan akses pasar, kolaborasi produksi, penguatan rantai pasok dengan Rusia, negara anggota Eurasian Economic Union, BRICS," ujar Agus di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Catatan panitia menyebut sektor ILMATE diwakili 19 perusahaan dan lembaga dari berbagai subsektor industri selama pameran berlangsung.

Target kerja sama dan manfaat

Kementerian Perindustrian menekankan beberapa fokus utama yang ingin dicapai melalui partisipasi ini. Target tersebut meliputi peningkatan akses pasar, transfer teknologi, serta kolaborasi produksi lintas negara. Harapannya, kerja sama ini bisa memperkuat posisi rantai pasok dan menaikkan nilai tambah produk manufaktur.

  • Perluasan akses pasar untuk produk manufaktur Indonesia.
  • Kolaborasi produksi bersama mitra Eurasia.
  • Penguatan rantai pasok dan transfer teknologi.

Kinerja sektor ILMATE

Kementerian mencatat kinerja sektor ILMATE pada Triwulan I 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor ini tumbuh sebesar 4,28 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kontribusi sektor terhadap Produk Domestik Bruto nasional juga tercatat 4,28 persen dengan realisasi investasi mencapai Rp90,48 triliun.

Harapan dari kementerian

Direktur Jenderal ILMATE, Setia Diarta, menilai kehadiran Indonesia di INNOPROM menjadi bukti daya saing industri nasional yang meningkat. Dia berharap momentum ini membuka peluang kolaborasi teknologi dan investasi yang lebih luas.

"Kami berharap kehadiran mereka dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi teknologi dan investasi. Kehadiran tersebut juga diharapkan memperkuat pengembangan rantai pasok bersama mitra industri di kawasan Eurasia," ujarnya.

Ke depan, Kementerian Perindustrian berharap partisipasi di pameran internasional seperti INNOPROM akan berlanjut dan mendorong masuknya investasi, akselerasi transfer teknologi, serta memperkuat kemampuan manufaktur lokal. Langkah nyata di lapangan akan menentukan seberapa besar manfaat kerja sama bagi pertumbuhan industri nasional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait