Nasional

IKA PTKIN Perluas Keanggotaan untuk Perkuat Moderasi Beragama

Bagikan:
Peserta Rakernas dan Seminar Nasional IKA PTKIN di Jakarta

Forum Nasional IKA PTKIN mengumumkan rencana memperluas keanggotaan untuk memperkuat moderasi dan toleransi beragama di Indonesia. Pengumuman itu disampaikan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026. Langkah ini membuka akses bagi perguruan tinggi swasta, kampus umum, dan perguruan tinggi berbasis agama lain selain 59 perguruan tinggi Islam yang selama ini terafiliasi.

Ruang lingkup perluasan keanggotaan

Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN menyatakan organisasi tidak lagi hanya membatasi diri pada alumni dari 59 perguruan tinggi Islam. Perluasan ditargetkan menjangkau berbagai institusi pendidikan tinggi untuk memperkuat jaringan sosial dan kebijakan moderasi beragama. Menurutnya, langkah itu menjadi pijakan strategis pengembangan organisasi ke depan.

Tujuan: moderasi, toleransi, dan peran internasional

Perluasan dimaksudkan untuk meneguhkan peran alumni dalam mempromosikan moderasi beragama dan nilai rahmatan lil alamin. Ketua Umum menambahkan gagasan ini selaras dengan pemikiran Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam memperkuat kerukunan beragama.

"Sehingga forum ini (IKA PTKIN) betul-betul menjadi sebuah forum dalam rangka untuk memperkuat toleransi beragama, moderasi beragama di Indonesia,"

Hasil Rakernas dan program kerja

Rakernas menghasilkan rekomendasi yang akan menjadi landasan penyusunan program dan pengembangan organisasi. Rekomendasi diarahkan untuk memperkuat kelembagaan serta memperluas kontribusi IKA PTKIN terhadap persoalan sosial dan kebangsaan. Forum juga berencana menyusun agenda berkelanjutan untuk memperkenalkan gagasan Islam Indonesia di luar negeri.

Seminar Nasional: tema dan peserta

Seminar Nasional mengangkat tema "Transformasi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru". Topik yang dibahas menekankan karakter Islam Indonesia yang moderat dan kehidupan sosial masyarakat. Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 guru besar dari berbagai PTKIN dan diikuti sekitar 240 pengurus alumni.

  • Geopolitik global
  • Kesenjangan sosial
  • Ekoteologi
  • Penguatan tradisi ilmiah di perguruan tinggi

Peran alumni dan agenda konsolidasi

Ketua Panitia Festival Muharram mengatakan rangkaian kegiatan menjadi ruang konsolidasi dan perumusan gagasan organisasi. Pembahasan diarahkan untuk memaksimalkan kontribusi alumni menanggapi persoalan keumatan dan kebangsaan.

"Usia organisasi ini memang masih sangat muda. Tetapi gagasan dan pemikirannya sudah mendapat perhatian dari kalangan alumni, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan nasional,"

Tokoh nasional dan dukungan pemerintahan

Beberapa tokoh nasional alumni PTKIN hadir sebagai pembicara, termasuk Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily dan Menteri BKKBN Wihaji. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga membuka Rakernas dan seminar, menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan peran alumni PTKIN.

Ke depan, IKA PTKIN berencana mengintensifkan komunikasi keagamaan dan kemanusiaan serta melaksanakan program yang bersifat berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun melalui kegiatan di beberapa negara lain untuk mensosialisasikan gagasan Islam Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait