IHSG Menguat Tipis 12,32 Poin, Kenaikan Minyak Picu Tekanan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir perdagangan sesi I, Kamis, 9 Juli. Indeks naik tipis ke level 5.885,69, atau sebesar 12,32 poin (0,21%) dibandingkan pembukaan pagi.
Kinerja IHSG pada Sesi I
Sepanjang sesi I, IHSG tercatat sempat menyentuh terendah di 5.839,66 dan tertinggi pada 5.904,39. Arah pergerakan pasar menunjukkan volatilitas yang terbatas namun berimbas pada sentimen investor.
Pada jeda siang, jumlah emiten yang menguat mendominasi pasar dengan 319 saham menguat, sementara 268 saham melemah dan 199 saham tidak bergerak.
Transaksi dan Likuiditas
Nilai transaksi hingga penutupan sesi I mencapai sekitar Rp 6 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 16,6 miliar lembar saham, menunjukkan partisipasi aktif pelaku pasar meski sentimen eksternal membayangi.
Harga Minyak dan Dampak ke Pasar
Sentimen terhadap pasar dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak global akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Harga WTI menanjak ke US$ 74,48 per barel, sedangkan Brent naik ke US$ 78,02 per barel.
Kenaikan harga minyak berpotensi membuka ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan pengetatan kebijakan suku bunga, sehingga menambah tekanan pada pasar saham global dan lokal.
"Kondisi ini kemungkinan memberi ruang bagi The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga ke depannya,"
Perkiraan Pergerakan IHSG
Investor saat ini masih mengamati pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, dan arus dana asing sebagai indikator jangka pendek. Beberapa riset memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi namun cenderung melemah pada perdagangan hari ini, dengan rata-rata bergerak di bawah level psikologis 6.000.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas. Dengan support dan resistance di kisaran 5.640-6.000,"
Dengan kondisi tersebut, pergerakan indeks selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, data makro, dan sentimen arus modal asing. Pelaku pasar disarankan memantau indikator-indikator tersebut untuk mengambil keputusan perdagangan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...