Ekonomi

Indonesia Perkuat Kemitraan Industri lewat 7 MoU di INNOPROM 2026

Bagikan:
Delegasi Indonesia menandatangani MoU pada INNOPROM 2026 di Yekaterinburg

Indonesia menandatangani tujuh nota kesepahaman di bidang industri pada pameran INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, Selasa, 7 Juli 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperluas kemitraan industri dan membuka akses pasar ke kawasan Eurasia melalui kolaborasi teknologi dan hilirisasi.

Tujuh MoU dan tujuan kerja sama

Penandatanganan tujuh MoU tersebut fokus pada pengembangan proyek industri bersama dan fasilitas investasi. Kesepakatan ini juga dirancang untuk meningkatkan akses produk manufaktur bernilai tambah Indonesia ke pasar Rusia dan negara Eurasia lainnya.

Agenda hilirisasi dan integrasi teknologi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah membawa agenda tegas terkait percepatan hilirisasi. Agenda itu mencakup sektor mineral kritis, manufaktur maju, energi, ketahanan pangan, dan pengembangan kawasan industri.

Indonesia membawa agenda industri yang tegas untuk mempercepat hilirisasi. Agenda tersebut mencakup mineral kritis, manufaktur maju, energi, ketahanan pangan, dan kawasan industri.

Menurut Menperin, Indonesia juga optimistis memperdalam kemitraan teknologi dengan Rusia untuk mengintegrasikan manufaktur bernilai tambah tinggi ke pasar Eurasia.

Forum bisnis dan tema diskusi

Dalam Business Forum: Russia–Indonesia Industrial Dialogue, forum mengangkat tiga topik utama yang menjadi landasan kolaborasi lebih lanjut. Ketiga topik tersebut dirancang untuk menjembatani peluang investasi serta dukungan bagi eksportir.

  • Proyek industri bersama
  • Peluang investasi industri
  • Mekanisme dukungan bagi eksportir

Saya yakin forum ini akan membawa kedua negara, khususnya sektor industri, berkolaborasi secara konkret. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui inisiasi proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

Kinerja industri sebagai modal negosiasi

Sektor industri pengolahan menjadi modal kuat dalam memperkuat kerja sama. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen, naik dari 4,55 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto nasional mencapai 19,07 persen atau setara Rp1.179,62 triliun. Selain itu, industri pengolahan menyumbang 36,49 persen realisasi investasi nasional, yaitu Rp182,04 triliun pada triwulan I 2026.

Perkembangan hubungan ekonomi bilateral

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai USD 4,8 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Rusia meningkat 7,5 persen.

Kesepakatan di INNOPROM diharapkan memperkuat tren positif tersebut dan membuka ruang bagi proyek-proyek industri bernilai tambah yang berkelanjutan.

Dengan dukungan data kinerja industri dan agenda hilirisasi yang jelas, langkah penandatanganan tujuh MoU di INNOPROM 2026 menjadi landasan konkret bagi perluasan kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait