IHSG Diprakirakan Fluktuatif, Investor Khawatir Ketegangan Geopolitik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini setelah ditutup turun 0,86% ke level 6.394 pada penutupan Rabu. Analis melihat kekhawatiran pelaku pasar terhadap meluasnya ketegangan geopolitik dan dampaknya pada harga energi sebagai sentimen negatif utama.
Prediksi pergerakan dan sentimen pasar
Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang 6.300–6.450 pada perdagangan hari ini. Mereka menilai ketegangan geopolitik menjadi pemicu volatilitas pasar global yang kemudian memengaruhi sentimen investor domestik.
"Hari ini IHSG diprakirakan akan bergerak pada kisaran level 6.300-6.450," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Selain itu, pelaku pasar masih mencerna keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75% untuk bulan kedua berturut-turut.
Keputusan BI dan implikasinya
Menurut Tim Phintraco, keputusan BI mencerminkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan kendali inflasi. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Keputusan ini sesuai dengan upaya Bank Indonesia memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah. Serta untuk menjaga inflasi pada kisaran target Bank Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Tim Phintraco.
BI juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,9%–5,7% tahun berjalan, yang diharapkan didorong oleh implementasi program stimulus pemerintah dan kepercayaan pelaku ekonomi.
Perkembangan kredit dan kebijakan makroprudensial
Kredit perbankan menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan tahunan 13,58% pada Juli 2026, naik dari 12,67% pada Juni. Tim Phintraco menyebut perkembangan ini didukung oleh kebijakan makroprudensial yang lebih longgar.
BI disebut terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong peningkatan kredit, khususnya ke sektor-sektor prioritas.
Aksi jual investor asing
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hingga Rabu lalu masih didominasi aksi jual asing dengan nilai bersih penjualan sekitar Rp488 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- ASII
- ANTM
- AADI
- BMRI
- ISAT
Tekanan dari penjualan asing menambah sentimen negatif dalam jangka pendek, sementara pelaku pasar memonitor perkembangan geopolitik dan data ekonomi domestik untuk menentukan arah selanjutnya.
Kesimpulan: IHSG berpotensi bergerak fluktuatif hari ini dengan rentang 6.300–6.450, dipengaruhi oleh kekhawatiran geopolitik, keputusan BI mengenai suku bunga, serta aksi jual investor asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.