Kain Polosan Paling Diminati, Toko Bombay Tekstil Catat Tren
Toko Bombay Tekstil di Jalan Simpang Sudimampir 1 melaporkan kenaikan permintaan untuk kain polosan pada tahun ini. Data penjualan dan pengamatan karyawan menunjukkan kain polosan menjadi produk paling laku, meski jenis lain seperti kebaya, batik, dan songket masih dicari. Informasi ini disampaikan oleh karyawan toko, Irfan, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Jenis kain yang tersedia
Toko tersebut buka sejak 2016 dan menyediakan beragam pilihan bahan untuk sandang. Para pembeli dapat menemukan kain tradisional hingga bahan sehari-hari.
- Batik
- Kebaya
- Celana
- Katun
- Kain polosan
- Songket
Permintaan kain polosan mendominasi
Irfan menjelaskan bahwa tren pembeli tahun ini mengarah ke produk polos. Menurutnya, meski kebaya dan kain bermotif tetap laku, kain polosan sekarang paling banyak diminati oleh pembeli.
“Tahun ini ada kebaya, dan polosan, tapi paling banyak sih polosan,” ujarnya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Harga dan variasi
Harga kain di toko ini bervariasi sesuai kualitas bahan. Irfan menyebutkan kisaran harga untuk beberapa jenis kain populer di toko tersebut.
| Tipe Kain | Harga Per Meter (perkiraan) |
|---|---|
| Batik | Mulai Rp30.000 |
| Songket | Rp30.000–Rp40.000 |
Untuk kain lain seperti katun atau polosan, harga berubah menurut kualitas dan model. Irfan menegaskan bahwa variasi harga memungkinkan pelanggan memilih sesuai anggaran.
“Harganya macam-macam tergantung kualitas bahan, kalau batik harga mulai dari Rp.30 ribu per meternya, kalau songket ada yang Rp.30 ribu dan Rp.40 ribuan,” ucapnya.
Omzet, jam operasional, dan prospek
Irfan mengatakan omzet penjualan kadang naik turun, tetapi secara umum masih stabil. Toko beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 Wita.
Dia berharap Toko Bombay Tekstil bisa terus berkembang dan menyesuaikan stok dengan permintaan pasar, terutama tren untuk kain polosan. Penjual akan memantau perubahan selera pembeli untuk mengefektifkan persediaan dan promosi.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.