Nasional

DVI Identifikasi Dua Korban Tenggelam KM Nurul Salsa

Bagikan:
Tim DVI memeriksa jenazah korban KM Nurul Salsa di RS Bhayangkara Makassar

Tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa yang ditemukan di Perairan Kepulauan Selayar. Kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi menyeluruh pada Jumat, 24 Juli 2026.

Identifikasi dua jenazah

Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris menyatakan jenazah pertama teridentifikasi sebagai Hasriati, perempuan usia 44 tahun, warga Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenazah kedua dipastikan merupakan Bau Intang, perempuan usia 50 tahun.

Proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI melalui pemeriksaan sidik jari, data medis, serta pemeriksaan gigi dan properti korban. Setelah ditemukan di perairan Selayar, kedua jenazah langsung dievakuasi ke Makassar untuk pemeriksaan forensik lanjutan.

Detail metode identifikasi

Tim menyebut kode jenazah untuk pencatatan. Jenazah pertama tercatat sebagai PM 62 B01 Selayar dan cocok berdasarkan data gigi, rekam medis, serta properti korban. Sementara jenazah kedua tercatat sebagai PM 62 B02 Selayar dan diidentifikasi melalui kecocokan sidik jari dan data medis.

"Jenazah dengan kode PM 62 B01 Selayar teridentifikasi sebagai Hasriati melalui kecocokan data gigi, data medis, serta properti korban. Sementara jenazah PM 62 B02 Selayar dipastikan merupakan Bau Intang berdasarkan sidik jari dan data medis," ujar Kombes Pol Muhammad Haris.

Status evakuasi dan pencarian

Sampai saat ini, dari total 76 penumpang KM Nurul Salsa, sebanyak 58 orang ditemukan selamat. Empat penumpang dinyatakan meninggal, sedangkan 14 lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan di perairan Selayar.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan tim SAR kembali menemukan satu jenazah laki-laki pada operasi pencarian terbaru di sekitar Pulau Matalaang. Identitas jenazah tersebut masih dalam pendalaman oleh petugas forensik.

"Identitas korban tersebut masih didalami. Sementara pencarian terhadap korban lain terus dilakukan di perairan Kepulauan Selayar," ujar Kombes Pol Didik Supranoto.

Implikasi dan tindak lanjut

Polda Sulsel bersama tim SAR dan instansi terkait terus melakukan operasi pencarian dan identifikasi. Proses forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menjadi kunci memastikan identitas korban sebelum penyerahan keluarga.

Pencarian akan dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan atau perintah operasi dihentikan resmi. Keluarga korban diminta berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses administrasi dan pemulangan jenazah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait