HMI Desak Transparansi Biaya Perjalanan Dinas DPRD Labuhanbatu
RANTAUPRAPAT — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Labuhanbatu Raya menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Labuhanbatu, Kamis (27/8/2026). Mereka menuntut pertanggungjawaban anggaran perjalanan dinas, rapat kerja, dan studi banding anggota DPRD periode 2025/2026 serta keterbukaan mengenai hasil kegiatan tersebut untuk kepentingan masyarakat.
Unjuk rasa: tuntutan dan kekecewaan
Ratusan mahasiswa menyampaikan orasi dan membacakan tuntutan secara terbuka. Mereka kecewa karena dari 45 anggota DPRD tidak ada satu pun yang berada di kantor untuk menerima aspirasi.
Dalam tuntutannya, HMI meminta rincian penggunaan anggaran dan bukti bahwa kegiatan DPRD menghasilkan manfaat nyata bagi warga Labuhanbatu.
- Pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas
- Transparansi anggaran rapat kerja
- Penjelasan output studi banding untuk masyarakat
Dialog dengan Sekwan dan komitmen pertemuan
Setelah orasi, perwakilan mahasiswa diterima dan berdialog dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Labuhanbatu, Sopar Sitorus SKM M.Kes. Untuk menjaga kondusifitas, Sopar menghubungi Ketua DPRD Arjan Priadi Ritonga melalui telepon.
Ketua DPRD kemudian berkomunikasi lewat video call dengan Ketua HMI Labuhanbatu, Baginda Sagala S.Pd, dan menyepakati pertemuan tatap muka pada Senin, 31 Agustus 2026 di gedung DPRD.
Sopar Sitorus menyerahkan surat pernyataan kesediaan bertemu dari pihak DPRD, yang diterima langsung oleh Baginda Sagala.
Kutipan perwakilan mahasiswa
"Tuntutan kami jelas; kami menuntut keterbukaan informasi publik atas anggaran perjalanan dinas, rapat kerja, dan studi banding anggota DPRD, serta apa output-nya untuk kepentingan masyarakat,"
— Baginda Sagala, Ketua HMI Labuhanbatu Raya
Penjelasan Sekwan dan suasana aksi
Sekwan menyampaikan kepada peserta aksi bahwa seluruh anggota DPRD sedang berada di luar kota sehingga tidak ada yang dapat hadir. Namun, mahasiswa meminta bukti perjalanan dinas karena pernyataan itu belum disertai dokumen pendukung.
Aksi berlangsung tertib dan dibubarkan setelah konferensi pers oleh HMI di ruang sidang lantai dua gedung DPRD. Pengamanan dilakukan oleh aparat TNI, Polri, dan Satpol PP.
Penutup: harapan ke depan
HMI Labuhanbatu Raya berharap pertemuan yang dijadwalkan dapat menjadi forum terbuka untuk menjelaskan penggunaan anggaran dan hasil kerja DPRD secara langsung. Jika dilakukan transparan, pihak mahasiswa menilai publik berhak mengetahui manfaat nyata dari setiap kegiatan yang dibiayai oleh anggaran daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Aceh Besar Jadi Pusat Peresmian 980 SPPG untuk Perluas Layanan Gizi
Pusatkan peresmian di Aceh Besar, BGN meresmikan 980 SPPG untuk perluas layanan gizi di wilayah 3T dan daera...
Bunyamin Yapid Kunjungi Dayah Darul Quran Aceh, Motivasi Santri
Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yapid kunjungi Dayah Darul Quran Aceh (13/10/2026) dan memberi motivasi agar sant...
Warga Aceh Tenggara Mendesak Perbaikan Jembatan Mbarung dan Natam
Puluhan ribu warga Aceh Tenggara mendesak prioritas perbaikan jembatan Mbarung dan Natam agar akses utama em...
Kecelakaan Beruntun di Perbaungan, Sopir Angkot Tewas
Kecelakaan beruntun di Perbaungan menewaskan sopir angkot KUPM dan melukai sembilan orang; polisi amankan ba...
Kabut Asap: Kualitas Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat
BMKG: kualitas udara Medan masuk kategori tidak sehat; Dinkes Sumut imbau warga kurangi aktivitas luar dan l...
Kabut Asap Selimuti Rantauprapat, BMKG: PM2.5 Masuk Kategori Sedang
BMKG Sumut: kabut asap meluas di Rantauprapat; visibilitas turun 1–4 km dan PM2.5 berkategori sedang–tidak s...