Jembatan Payaroba Rusak, Truk Berat Dialihkan Lewat Jalan Kota Binjai
Binjai — Jembatan Payaroba yang menghubungkan Binjai Barat dan Utara mengalami kerusakan dalam beberapa hari terakhir, sehingga mengganggu arus barang dan mobilitas warga. Pemerintah Kota Binjai bersama stakeholder memutuskan membuka jalur alternatif melalui inti kota untuk angkutan berat sementara perbaikan berlangsung. Keputusan ini diambil karena jalur lingkar luar yang biasa dilalui pengusaha tidak bisa dipakai.
Kerusakan dan dampak langsung
Jembatan Payaroba terpaksa ditutup untuk perbaikan sehingga pengangkutan barang dari dan ke Kabupaten Langkat terhenti. Dampaknya langsung dirasakan pengusaha dan pengguna jalan yang mengandalkan jalur lingkar luar. Selain gangguan distribusi barang, peralihan arus meningkatkan kepadatan hingga menimbulkan kerusakan baru pada ruas jalan di pusat kota.
Beberapa titik di dalam kota mulai menunjukkan kerusakan aspal. Pada Jalan Sultan Hasanuddin dekat Taman Remaja terpantau retak dan pecah. Jalan Jamin Ginting antara Simpang Bangkatan hingga Simpang Rambung mengalami permukaan bergelombang. Kondisi serupa terlihat di Jalan P Diponegoro dan Jalan Ir Juanda.
Akses sementara dan rute alternatif
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kota memberi izin lalu lintas angkutan barang tertentu melewati ruas inti kota. Izin ini mencakup jam operasional terbatas untuk mengurangi gangguan di siang hari, namun memicu kekhawatiran soal keselamatan dan kerusakan jalan.
Kadinas Perhubungan melalui Kabid Angkutan Darat, Dolly, menjelaskan ada beberapa opsi rute alternatif yang diberlakukan sejak 16 Agustus 2026. Rute dibagi berdasarkan jenis angkutan dan jam operasional.
- Angkutan barang berukuran besar (engkel dan tronton): berlaku pukul 22.00 hingga 04.00, melewati Jl. Gatot Subroto, Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Jamin Ginting, Jl. Diponegoro, Jl. Sei Semayang, Jl. Makalona, dan Jl. Soekarno Hatta.
- Angkutan barang colt diesel (R4-R6): berlaku pukul 08.00 hingga 22.00, dialihkan melalui Jl. Gatot Subroto, Jl. Anggur, Jl. Rukam, Jl. Gunung Sinabung, Jl. Samanhudi, Jl. Gunung Bendahara, Jl. Jamin Ginting, Jl. Diponegoro, Jl. Sei Semayang, Jl. Makalona, dan Jl. Soekarno Hatta.
Perlu dicatat, izin tersebut memberi ruang bagi kendaraan berukuran besar yang diduga membawa muatan melebihi batas, termasuk yang disebut warga sebagai truk kingkong. Mobilitas di kawasan Lapangan Merdeka dan Taman Remaja jadi lebih padat terutama pada malam hari.
Waktu perbaikan dan konsekuensi anggaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Binjai, Wahyu, menyatakan perbaikan Jembatan Payaroba membutuhkan waktu dua bulan.
Kita minta waktu 60 hari
Perbaikan yang dipercepat di jembatan berarti beban tambahan pada pemeliharaan jalan kota. Jika kerusakan di ruas kota terus bertambah akibat lalu lintas berat, Pemko berpotensi mengeluarkan anggaran ekstra untuk perbaikan ruas jalan yang terdampak.
Prospek dan langkah selanjutnya
Pemko Binjai harus menyeimbangkan kebutuhan distribusi barang dan keselamatan infrastruktur kota. Selain percepatan perbaikan jembatan, opsi pengawasan muatan dan pembatasan rute mungkin diperlukan untuk meminimalkan kerusakan jalan. Pengawasan ketat dan evaluasi berkala rekomendasi berikutnya agar gangguan tidak menjadi beban anggaran berkepanjangan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Mahasiswa UDA Demo di Medan Tuntut Rekomendasi Pindah
Mahasiswa UDA demo di Medan (28/8) menuntut surat rekomendasi pindah dan penyelesaian hak setelah pencabutan...
BMKG Waspadai Gelombang 1,25–2,5 m di Perairan Sumut 29–31 Agu 2026
BMKG Belawan memperingatkan potensi gelombang 1,25–2,5 m di perairan Sumut pada 29–31 Agustus 2026; nelayan...
Polrestabes Medan Tangkap Kakek Penjual Ganja, Sita 8 Paket
Polrestabes Medan menangkap seorang kakek berinisial ES di Helvetia, Labuhan Deli, dan menyita delapan paket...
Medan Percepat Pemasangan U-Ditch untuk Redam Genangan
Pemko Medan percepat pemasangan U-Ditch di Medan Selayang dan Medan Baru untuk meningkatkan kapasitas draina...
Wali Kota Subulussalam Raih Pemimpin Daerah Awards 2026
Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin meraih Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pelayanan Publik Pendi...
MCU Pekerja Bukan Sekadar Formalitas, Ini Saran Dokter Medis Okupasi
Dokter kedokteran okupasi di Medan menegaskan MCU pekerja harus jadi rapor kesehatan, bukan sekadar formalit...