Prabowo Tekankan Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Perkuat Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci penguatan ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Munas ke-XVIII HIPMI di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026. Ia mengajak pengusaha muda ambil peran untuk mempercepat transformasi ekonomi dan menuju swasembada energi dalam tiga tahun ke depan.
Hilirisasi dan Industrialisasi sebagai strategi utama
Pemerintah menempatkan hilirisasi komoditas sebagai langkah awal untuk meningkatkan nilai tambah. Setelah itu, fokus dialihkan pada percepatan industrialisasi untuk membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri nasional. Tujuannya agar kekayaan alam tidak lagi diekspor sebagai bahan mentah saja, melainkan diolah menjadi produk bernilai tinggi di dalam negeri.
Ini hilirisasi dan industrialisasi tidak bisa kita tutup mata, kita sedang bekerja keras. Perhitungan kita tiga tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi, kita menuju swasembada energi
Peran pengusaha muda
Presiden secara khusus meminta generasi muda pelaku usaha untuk tampil sebagai aktor utama dalam proses tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-pelaku usaha untuk menjadikan industri domestik lebih produktif. Hilirisasi diharapkan membuka peluang usaha baru dan memperluas ruang bagi pengusaha muda berkembang.
Yang paling penting kita akan melakukan industrialisasi. Kita akan melaksanakan industrialisasi melalui hilirisasi. Semua komoditas kita akan olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia
Contoh konkret dan kebanggaan produk nasional
Salah satu tanda kemandirian industri, menurut Presiden, terlihat dari pengembangan kendaraan buatan dalam negeri. Ia menyebut penggunaan produk lokal oleh institusi negara sebagai bentuk penguatan industri nasional. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk membangun kebanggaan terhadap produk dalam negeri dan memastikan manfaat ekonomi dinikmati warga Indonesia.
TNI sudah menggunakan jip buatan putra-putri Indonesia, mobil Presiden pun buatan rakyat Indonesia sendiri
Dampak dan tantangan ke depan
Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kedaulatan ekonomi. Namun keberhasilan program bergantung pada sinergi kebijakan, investasi, dan kesiapan pelaku usaha, termasuk pengusaha muda. Pemerintah dan sektor swasta perlu memperkuat kesinambungan rantai pasok agar industrialisasi memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan target swasembada energi dalam tiga tahun, fokus berikutnya adalah memperluas industrialisasi untuk menyerap produksi dalam negeri dan meningkatkan daya saing ekspor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...